Jumat, 16 Desember 2016

12 Desember ulang tahun mereka

Awal ku mengenal Islam yaitu dari kedua orang tuaku. Mama. Ayah. Hay Mama, baik kah kabarmu? Terima kasih atas segala kasih sayang mu yang tak ternilai kepadaku. Terima kasih karna telah mengenalkan ku pada Dia Sang Pencipta Alam. Aku belajar banyak darimu, Mama. Masih sangat terekam jelas di pikiranku kejadian dimalam hari itu, Ma. Saat aku masih duduk di kelas 1 SD. Ditengah malam aku terbangun. Aku mendengar suara tangis yang tak berkesudahan. Kulihat di sampingku hanya ada ayah yang masih tertidur. Aku tak menemukanmu. Saat ku coba keluar dari kamar, ku lihat kau sedang menangis di atas sajadah dengan kedua tangan mengangkat, seraya berdoa kepada Allah. Kau berdoa dengan suara yang jelas. Sedikitpun aku tak akan pernah lupa akan doa yang kau panjatkan pada-Nya saat itu. "Ya Allah ya Rahman ya rahim, lindungilah keluargaku dari api neraka mu. Berilah kemudahan kepada anak-anak ku dalam menuntut ilmu. Jadikan mereka anak yang shaleh dan shalehah. Jadikan mereka anak-anak penghafal Qur'an. Anak-anak yang mencintaiMu, RasulMu, juga mencintai Al-Quran. Lindungi setiap langkah kakinya Ya Allah. Amin, amin, ya rabbal 'alamin". Itu adalah doa yang kau panjatkan saat itu Mama. Dan ternyata, setiap malamnya kau selalu berdoa dengan doa yang sama lagi. Aku tak menyangka. Begitu inginnya kau memiliki anak yang penghafal Qur'an. Namun mengapa aku tak peka?? Padahal keinginanmu hanya satu kepada kami anak-anak mu, yaitu senantiasa menjadi anak penghafal Qur'an. Sedangkan kami anak-anak mu, menginginkan segalanya yang dapat membuat hidup kami bahagia, dan itu selalu kami pinta dari kalian, Mama Ayah. Ya Allah, betapa durhaka nya diri ini bila tak dapat mengabulkan permintaan kedua orang tua ku yang satu ini.
Oke, baiklah. Kurasa cukup air mata ini terus menangisi penyesalan yang telah ku perbuat. Mama, Ayah, insya Allah aku akan menjadi anak penghafal Qur'an. Insya Allah. 2019. Yah, 2019 adalah target ku menjadi Hafidzah. Insya Allah di tahun 2019 kalian akan mempunyai anak penghafal Qur'an. Insya Allah.

Tentang Ayah, tak ada kata yang dapat menggambarkan betapa kuat dan tegar nya Ayah. Sungguh, ayah adalah lelaki terhebat sedunia, aku bersyukur telah menjadi anakmu. Namun hingga saat ini, aku pun belum dapat menjadi anak yang dapat menghapus keringat jerih payahmu dalam mencari nafkah untuk menyekolahkan kami putra putri mu, Ayah. Ayah memang tak secengeng Mama. Mama sering menangis di depan kami saat ia tak mampu menahan air matanya lagi. Namun Ayah, kau tidak seperti itu Yah. Kau menyembunyikan kesedihanmu, kau menyembunyikan air mata mu agar kau selalu terlihat tegar di mata anak-anak mu. Ayah, ingin sekali saat ini juga, detik ini juga ku memelukmu. :'(
Ah, sudahlah. Tidak akan habis cerita tentang kalian berdua. Kata terakhir, selamat ulang tahun Mama & Ayah.
12-12-1960
12-12-1970 
Semoga Allah selalu melindungi kalian. Aamiin

#Dari anakmu yang selalu merepotkan

Minggu, 06 November 2016

Danau Toba Bercerita

Gugup slalu kurasakan saat bertemu
Ingin menyapa tapi ragu
Linglung saat berbicara denganmu
Apa ini hanya kesalahan pikiranku saja?
Namun itu terus kurasakan
Guncangan seakan bumi ingin roboh
Pancaran mata yang terlampiaskan tanpa sengaja
Rasakan cinta itu memang nyata
Ada disetiap detak jantung
Tak pernah dapat terkendali
Akhirnya ku beranikan diri
Mantapkan hati dengan sekuat rasa
Aku, kamu, DIA, akan menjadi saksi alur dari setiap cerita kita...

Salam rindu buat kamu :)
DanauTobaBercerita

Selasa, 01 November 2016

Bersabarlah Wahai Hati

Keyakinan ku yang selalu yakin bahwa hati selalu membukakan dirinya untuk dimasuki dan ditinggalkan. Adalah permainan yang aku ciptakan, tanpa memikirkan akhir dari kisah itu.
Aku hanya ingin menjadi pemeran utama yang tak pernah menjanjikan janji yang akan ditepati. Ini permainanku, dan kamu telah masuk di dalamnya. Hanya saja maaf, karna permainan yang aku buat bukanlah hal yang pantas untuk dimainkan oleh orang yang berbaik hati.
Tergambar jelas di wajah yang ku lukis semasa itu. Senyum ikhlas yang menanti akan ada setitik ucap manis dariku. Kau menanti dengan begitu baik. Wajah yang hangat, perlahan dingin dan membatu. Terlalu lama bermain dengan ketidakpastian membuatmu menjadi bukan kamu. Kau tembakkan peluru penantian yang mengendap, perlahan aku jatuh dan tersadar hari ini aku akan menjadi yang menanti untuk kau musnahkan.

Malam mengingsut, tertanam di kepalaku pada ucap yang tak pernah ku ikrarkan.
Mr. G

Tentang Kamu

Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupku.
Cinta memang tidak perlu dipertemukan.
Cintalah yang akan menemukan kita.
Terima kasih :)
Mr. G

Senin, 31 Oktober 2016

Ar-Rahman

اَلرَّحْمٰنُ
Lantunan merdu nan syahdu pagi itu keluar terucap dari mulutnya yang dengan penuh semangat untuk menyimpan ayat-ayat cinta yang diturunkan oleh Sang Maha Cinta dalam bentuk memori terdalamnya.
اَلرَّحْمٰنُ
Terdengar berulang kali diucap sebagai mula pembuka surat.
Indah, sungguh indah.
Suara merdu nan syahdu itu bagiku merasuk ke dalam jiwa dan bersemayam di dalam pikiran.
اَلرَّحْمٰنُ
Yang Maha Pengasih... Sungguh sangat pengasih.
Awalnya aku takut pada perasaan ini. Rasa yang awalnya sekedar kagum, tiba-tiba berubah menjadi.... Ah!!
اَلرَّحْمٰنُ
Lagi-lagi terdengar lantunan kalimat itu. Kalimat yang mampu membangkitkan motivasi bak suplemen tubuh yang mampu memperkuat daya tahan. Motivasi untuk senantiasa Istiqomah menghafal ayat-ayat Allah seakan tumbuh kembali pagi ini.
Ditemani kicauan burung dan sapaan sinar mentari, aku pun bergegas masuk kedalam kamar.
Aku ingin pergi dari tempat ia melantunkan surah Ar-Rahman itu. Aku ingin berhenti mendengarnya. Karna semakin ku mendengar, semakin syahdu di hati, semakin tenang dan damai kurasakan merasuk ke dalam jiwa, semakin besar pula rasa kagumku padamu, hingga tak sadar aku, rasa ini berubah menjadi perasaan yang lebih dari sekedar kagum..!!!?
Oh, NO!!!

InshaAllah

Kali ini Isma ya haha

Hallo masyarakat blogger. Alias Nurhayati saja.
Perkenalkan aku Sabbihisma Dewi
Tahun 2019 aku inshaAllah dengan izin Allah SWT aku ingin wisuda
Namun sebelum wisuda aku ingin nikah haha
Namun sebelum menikah aku ingin umrah sm ibu e
Thank yu

Kalian bahagiaku

Hai, namaku bibeh...
Numpang nulis dihp mu ya nur..
Cuma mau bilang, aku bahagia sekali telah mengenalmu, apalagi bisa bersahabat seperti sekarang.
Dan sekarang aku juga punya sahabat yang lain, yaitu Isma...
Kalian berdua adalah sumber bahagia ku, tempat curhat, ketawa bareng, dan aku juga sering minta traktir sama kalian berdua.
Meskipun kalian berdua sangat jauh berbeda.
Nur, baik,cantik,pinter, dan yg paling penting bisa sabar menghadapi aku yg gak sabaran hehe...
Isma, baik,cantik,gokil,manja, dan Kalo udah sama dia aku jadi dewasa dan kek emak2 karena terus2an ngasi masukan hehe

Sampaikan Cintaku Padanya

Langit yang mendung, rindu yang dikandung, pada akhirnya hanya akan melahirkan kenangan.
Begitulah kita yang setia melihat langit, saat kita berdua duduk bersandar pada rumput di atas bukit.
Mungkin nanti kau dan aku akan sendiri, tanpa ada kita, hanya ada kesepian yang masih tetap setia menatap langit.
Pada mulanya langit terik, membuat mata kita sakit melawan silaunya harapan yang dulu begitu terang.
Sampai akhirnya langit perlahan mendung, biru bercampur abu-abu, entah akan hujan atau sekedar menguji, adakah rindu yang membisu pada perasaan yang ditinggalkan? Sebab melawan perasaan adalah menjadikan kegagalan sebagai pintu pulang.
Hujan pun akan turun, langit yang mendung sudah berkilatan di hempas petir.
Aku yang getir, terdiam melihat wajahmu terparkir pada langit-langit perasaan.
Mungkinkah kau, akan menjadi takdir dari seorang fakir kerinduan, yang bahkan menerjemahkan nadir, menjalani kegaguan yang bisu?!!
Selama ini kita lugu dan percaya pada cuaca yang ada. Hujan adalah kenangan, gugur adalah getir, kering adalah genting, dan semi adalah sepi.
Sebelum cuaca tiba, ada langit yang mengabarkan. Seperti kita yang telah menitipkan bayangan, langit akan mengibarkan awannya sebagai tanda-tanda sebuah cinta.
Sebelum langit makin mendung, aku ingin merindukan kesepian tanpa suara, yang membawaku pada perasaan tak terbendung. Sampai akhirnya, namamu adalah muara dari segala cerita.
Takutku, bukan pada hujan, melainkan mendung yang berkepanjangan. Memaksaku mengitari ingatan yang semestinya sudah terlupakan.
Sebelum hujan turun, aku ingin mencintai ingatan, sebab aku tak mampu memilih dan memilah perasaan. Sebab kita satu cerita dalam satu buku kehidupan, yang diawali dengan getirmu dan di akhiri dengan getarku.

Pada langit yang mendung, ingin ku berbisik seraya mengadu pada-Nya, bahwa aku mencintaimu...."

Senin, 10 Oktober 2016

Kau yang Terbaik

Aku menyesal karna pernah membencimu
Aku menyesal karna pernah berbohong padamu
Tidak hanya sekali, bahkan berkali-kali
Tapi aku yakin, kau adalah orang tersabar yang bisa menghadapi egoku
Kau orang yang tak pernah memendam benci kepada orang lain
Apalagi kepadaku
So, aku tau walaupun raut wajahmu tak mengenakkan kepadaku
Tapi hatimu masih selembut sutera
Masih mau memaafkan ku
Masih setia menemani setiap hari-hariku
Masih tulus dalam setiap senyumanmu yang kau hadiahkan padaku
Hanya padaku!

Jumat, 26 Agustus 2016

Terasing

Hey, kamu! Aku berharap suatu saat nanti kau dapat membaca tulisan ku ini. Yah, karna tulisan ini khusus buat kamu. Ada yang ingin kusampaikan padamu. Sesuatu yang sering ku rasakan saat berhadapan denganmu. Hey, sudahlah..!! Aku mengenalmu, dan kau sudah sangat mengerti sifatku. Kita berteman sudah sangat lama. Lalu kenapa kau masih mengasingkan ku?? Kau buang aku setelah kau mendapatkan teman yang lain..?! Aku tak membencimu, tapi kau tak mengerti bagaimana perasaanku. Kau asyik bercanda dengannya, sedangkan aku tak kau hiraukan. Ayolah kawan..!!? Sanggupkah kau melakukan semua itu terhadapku?? Aku saja tak berani begitu terhadapmu. Aku tau, aku bukanlah teman yang humoris. Sulit bagiku membuatmu tertawa lepas karna kekonyolanku ku.
Dan apa kau tau?? Setiap candaanmu dengannya seakan menusuk nusuk dalam dadaku. Hah, memang terdengar lebay. Tapi itulah nyatanya. Bukan aku tak senang apabila kau bahagia. Justru aku lebih bahagia melihat kau tersenyum dan tertawa. Tapi tidak bisakah kau peduli sedikit saja terhadapku...??!! Oh teman, apa yang telah ku perbuat sehingga kau Setega ini padaku?? Ah, memikirkanmu hanya membuang waktuku saja. Aku juga sama sepertimu, banyak kesibukan yang kumiliki. Bukan begitu teman?? Kau sibuk kan? Iya kan? Hingga tak ada waktu lagi yang kita habiskan bersama seperti dahulu. Yah, aku juga sibuk. Tapi aku sering merenung. Dan renungan ku sering pula tertuju padamu. Hahaha, bodoh sekali aku. Belum tentu kamu juga pernah memikirkan ku. Lalu untuk apa ini semua? Waktu yang habis hanya memikirkan kenapa sifatmu berubah terhadapku? Memikirkan kesalahan apa yang telah kuperbuat padamu?? Itu semua memakan waktu kawan. Yah, waktu ku. Bukan waktumu. Baiklah, tanpa kusadari untuk membuat tulisan ini pun aku telah membuang waktu berharga ku. Semoga kau sukses selalu. Bye!

Resah

Perasaan gelisah mulai menghantui ku
Berbisik syahdu di telinga ini
Namun terasa panas nan sesak di dalam kalbu
Ada rasa yang belum tersampaikan
Ada tanggung jawab yang belum dituntaskan
Ia datang bersama angin malam yang menusuk nusuk persendian ku
Rumput pun enggan menari menyambut kedatangannya
Dengan semangat yang menggebu-gebu, ku coba memotivasi diri sendiri
Karna aku sadar, sudah saatnya aku bangkit dalam keterpurukan
Awan yang biasa menghiasi langit nan indah itu, kini mulai berubah menjadi kegelapan kematian, seperti tiada kehidupan
Suasana pun berubah menyeramkan seiring dekatnya hawa kehancuran
Apa yang terjadi?
Mungkin perasaan ini datang nya dari diriku sendiri?
Lalu apa itu? Dimana dia? Seperti apa wujudnya? Dan apa yang ia inginkan?
Ah, semua pertanyaan itu seakan tak memiliki jawaban
Hingga membuatku mati dalam seribu teka teki kehidupan

Senin, 15 Agustus 2016

Semangat di Umur Tua

Dulu kau seorang lelaki dambaan setiap wanita
Dulu kau gagah, tampan, dan berkarisma
Dulu kau kuat, selalu semangat
Tak pernah lelah dalam bekerja
Sekarang, kau sudah mulai tua
Rambut yang hitam itu sekarang telah menjadi putih
Kulitmu pun mulai keriput
Melihat raut wajahmu..
Aku merasa malu padamu
Karena tak sedikit pun kau tampakkan rasa lelah itu
Kau sudah tua, Ayah..
Tapi semangatmu mengalahkan semangatnya anak muda
Aku tau, Ayah..
Kau pasti ingin beristirahat
Berhenti sejenak dalam pekerjaanmu, dalam kelelahanmu.
Tenanglah, Ayah..
Aku tak akan membiarkanmu lelah sepabjang hidupmu
Cukuplah setengah ini abad kau lalui masa-masa penat itu.
Sekarang..
Nikmatilah masa tuamu, Ayah..
Karena aku, kakak, dan juga abang, akan selalu membahagiakanmu, juga mama, sekarang hingga ajal menjemput..

Nasehat Sikawan

Ya ampuuunn, masih terngiang di telingaku kata-katamu tadi kawan. Aku tau, kamu berusaha menjagaku agar aku tidak salah dalam permainan cinta. Benarlah, kau teman terbaik yang pandai sekali merangkai kata dalam menasehatiku seputar tentang problematika 'Cinta'. Pantas saja, kau suka dengan julukan yang kuberikan padamu "Sahabat Cinta". Hahaha, baiklah aku akan tulis kata-katamu tadi. Supaya aku tidak lupa. Karena terkadang penyakit lupa ku muncul dengan tiba-tiba. Senang berteman denganmu :)

Nasehat sikawan:
-Hayati, jika ada 2 orang yang ingin menjadikanmu sebagai pendamping hidupnya, maka pilihlah dia yang mencintaimu dengan kekuranganmu
-Pilihlah dia yang akan menegurmu jika kamu salah
-Pilihlah dia yang siap lahir batin untukmu
-Pilihlah dia yang tak suka membandingkan kekuranganmu Dengan kelebihan orang lain
-Pilihlah dia yang tak suka memamerkan kelebihannya
-Pilihlah dia yang bisa menuntunnya kepada keluarga sakinah Mawaddah warahmah
-Jangan pernah kau melihat dari pakaiannya
-Jangan pernah kau melihat dari hartanya
-Jangan pernah kau melihat dari pangkatnya
-Jangan pernah kau melihat dari wajahnya

Sip dah, 'kan ku ingat slalu nasehat darimu kawan...
:)

Kamis, 11 Agustus 2016

Dunia, dunia, dunia

Kulihat dunia..
Dia mencibir dengan bangga
Dia mengolok dengan tertawa
Ketika aku terus mengejarnya
Ketika aku terengah-engah memburunya
Meski ku tahu
Tak ada puas yang mampu kurengkuh
Tak ada batas yang mampu ku tuju
Dari setumpuk keinginan duniawiku...

Aku terlalu sibuk mengejar dunia
Hingga aku lupa akan akhirat
Aku lupa jika didunia ini hanya sementara
Aku lupa jika Malaikat Maut terus mengintaiku
Dan siap kapan saja menjemputku...

Diriku seakan lupa bahwa akan ada kehidupan yang lebih kekal setelah mati nanti
Dan diri ini seakan lupa bahwa apa yang telah kukerjakan untuk duniaku akan diminta dipertanggungjawaban oleh-Nya...

Astaghfirullahal'adzim....
T_T

Aku Malu Pada-Mu

Aku malu Ya Rabb..
Aku malu saat ada yang bertanya,
"Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?"
Aku ingin menjawab,
"Aku mencintai-Mu dan Rasul-Mu".
Tapi aku teringat dengan ibadahku yang masih berantakan.
Amalanku yang tak sesuai dengan sunnah Rasul-Mu.
Keimananku yang masih dipelrtanyakan keistiqomahannya.
Aku malu...
Namun, aku akan terus berusaha Ya Rabb.
Berusaha agar semakin dekat dengan-Mu.
Berusaha menjadi hamba yang semakin mencintai-Mu dan Rasul-Mu.
Walau dengan cara merangkak sekalipun..!
T_T

#efekkangenkamubibeh

Memang terkadang apa yang kita lakukan demi sahabat sangatlah melelahkan, namun itulah yang membuat persahabatan memiliki makna yang indah.
Dalam lika-liku perjalanan selama bersahabat seringkali diwarnai dengan cobaan, namun yakinlah persahabatan sejati akan senantiasa terbentang jalan untuk mengatasi berbagai cobaan bahkan bisa tumbuh dan berkembang untuk mendewasakan kita.
Sesungguhnya persahabatan tidak terjalin secara otomatis, namun membutuhkan proses yang panjang dan berliku.
Persahabatan juga sering kali diiringi dengan nuansa suka duka, dihibur, disakiti, didengar abaikan, diperhatikan, dikecewakan, dan lain sebagainya.
Namun semua itu tentu tak bermaksud untuk menumbuhkan kebencian, tapi itulah ritme suatu hubungan.
Tak selamanya indah, namun tak selamanya pula diliputi kedukaan. Seiring perputaran waktu segalanya silih berganti.
Namun ketahuilah bahwa seorang sahabat juga terkadang harus memberanikan dirinya untuk menegur kita karena kasihnya, namun terkadang kita salah mengartikan. Dalam hal ini sifat lapang dada sangatlah dibutuhkan.
Proses dari teman menjadi sahabat, membutuhkan pupuk kesetiaan dan kesabaran. Bagi yang memiliki kepribadian yang mampu saling membahagiakanlah yang akan bertahan.
Dan coba kalau kita renungkan bahwa memang benar adanya, bahwa semua orang membutuhkan sahabat sejati, namun tak semua orang mendapatkannya.
Oleh karena itu karena kita telah mendapatkan sahabat yang baik dan setia bersama kita dalam menjalani berbagai aktifitas kehidupan, hargai, pupuk, perihalah agar persahabatan tumbuh kembang sepanjang kebersamaan hingga ajal yang memisahkan ...
#efekkangenkamubibeh :(

Senin, 08 Agustus 2016

Saat Hati Sudah Terpanah

Jika cinta dipaksa untuk melihat untung dan rugi, maka betapa banyak para pecinta yang merasakan kerugian yang dideritanya. Derai air mata, kantuk yang tertunda, waktu yang terbuang hanya membayangkan wajahnya, jiwa yang nelangsa, badan yang tersiksa, demam karena asmara, ribuan kata-kata yang bisa berterbangan diangkasa yang mendatangkan angan-angan, semua itu tidak pernah dinilai dengan sebuah pengorbanan. Bagiku, pengorbanan adalah hal yang kecil. Jika rasa cinta sudah mengembang dalam dada, aku tidak akan meneteskan air mata, melainkan darah dari jantung dia menderita. Dan, bagiku, tidak ada kata yang paling indah selain kata yang keluar dari hati, kemudian terpancar melalui mata. Bahasa mata bagiku merupakan sinar matahari yang menerangi dunia, hangat dan hidup. Aku sudah terpanah dengan gelak cinta yang sudah mengunci hati. Setiap hari yang ada hanyalah engkau. Dikampus, di luar kampus, di kamar, bahkan dijalan, aku selalu terbayang oleh wajahmu ketika sedang tersenyum kepadaku. Uraian kata-kata kejujuran hati ini aku curahkan lewat buku harianku. Nanti akan menjadi saksi bahwa inilah rasa cintaku yang sungguh dalam. Terkadang aku bertanya kepada diriku sendiri... Apakah kau juga sama dengan apa yang aku rasakan? Apakah pikiranmu juga selalu tertuju padaku? Wallahu a'lam.
Hanya Allah yang tau. Cuma Dialah satu-satunya yang tau. Aku hanya bisa berdo'a semoga jodohku adalah yang dapat membawa hidupku lebih mengingat lagi akan besarnya cinta-Nya dan semoga itu adalah kamu, jodohku di dunia ini sampai di akhirat nanti.. Aamiin

Minggu, 07 Agustus 2016

Dalam Munajat Ini

Bismillahirrahmanirrahim...
Ya Allah, ya Rabbi! Berdosalah aku bila berburuk sangka pada-Mu. Tidak ya Allah, sekuat hati aku akan menjauhkan pikiran itu. Aku tau Engkau sangat menyayangi dan slalu memperhatikanku. Semua kesakitan ini adalah wujud lain dari kasih sayang-Mu. Penderitaan ini adalah sebuah tanda perhatian-Mu. Semua yang menimpaku merupakan sebuah rahasia untuk kebaikanku. Aku akan bersabar, sekalipun air mata akan mengalir tanpa setahuku. Aku akan tabah, sekalipun umpamanya ketabahan itu akan menghancurkan hidupku. Biarlah ya Allah, asal ridho-Mu tetap menyertaiku. Ya Rabbi..! Dalam munajat ini, aku hanya mohon pada -Mu supaya kesabaran dan ketabahan serta rasa syukur tetap menyertaiku. Karna kalau itu sampai hilang, sia-sialah pengabdianku slama ini. Dan aku pun akan malu menemui-Mu. Paastajib ya Allah..
Allahumma Amin..

Apakah Aku Sedang Jatuh Cinta?

Terbaiklah engkau yang menyucikan hati
Sekalipun dosa kecil langsung kau sesali
Berurai air mata membasahi kedua pipi
Melafadzkan istighfar pada Illahi Rabbi
Yakinlah! Bukan saja dosa itu akan diampuni
Bahkan engkaupun akan diridhoi.

Terburuklah aku bila itu tak ku maafkan
Sebab itu merupakan suatu kesombongan
Kesombongan tidaklah cocok bagi kemanusiaan
Karena itu adalah pakaian Tuhan
Kau telah kumaafkan.

Terbaik juga engkau yang kutemui
Bak kuntum mawar ditaman hati
Harum mewangi minyak kasturi
Halus lembut menyaingi putri
Keelokan jasad, keikhlasan hati dan keindahan jiwamu
Setara dengan bidadara, malaikat, dan surgawi firdaus.

Inikah wujud nyata dari keindahan maya yang sering menjelma dalam mimpi dan anganku???
Oh ya Allah, apakah aku sedang jatuh cinta?

00:41

Duhai lelaki pujaan hatiku!
Percuma kau cucurkan air mata haru
Karena kegetiran belum tentu berlalu
Putuskanlah semua jeratan belenggu
Kemudian tersenyumlah seperti dulu

Tahukah kamu duhai lelaki pujaan hatiku..??
Hati kita sebenarnya sudah memadu
Tapi mungkinkah kita bisa menyatu?
Oh, biarlah jadi rahasia langit biru

Duhai engkau yang ada di seberang sana
Langit saja menangis bila alam merana
Jadi, betapa tidak aku merasa iba?
Bila hari malammu berselimut embun
Dan hari siangmu bertudung awan

Seperti jasad dengan ruh
Begitulah aku denganmu
Sekalipun belum kau utarakan rasa itu
Tapi aku akan selalu setia menunggu

Aku tau ketika malam menjelang tiba
Aku tau juga ketika fajar mengusikku dari lena
Tapi aku tak tau dan mungkin tak akan pernah tau
Kenapa engkau yang diutus Rabb dalam kehidupanku..?!

Aku tersekap bukan karena tersesat
Aku meringis bukan karena sakit
Aku diam bukan lantaran terbungkam
Aku bingung bukan lantaran tak paham

Aku tau sesuatu telah terjadi
Sesuatu yang tak mungkin kuingkari
Sesuatu yang terpatri di kedalaman hati
Tapi kejadian ini, rasa dan benih-benih ini begitu mengejutkan hati

Membuat langkah menjadi kaku
Mulut diam membisu, pikiran jadi beku
Tapi hati tetap merindu
Pesonanya telah menyihir dan menjeratku..

Tabir kegelapan tersingkap sudah
Derai air mata mengukir resah
Kalau dermaga sudah di depan mata
Kenapa si pemalu tak singgah juga.. ??

Jauh dekat bukanlah penghalang
Dalam dangkal bukan jadi ukuran
Lama cepat bukan jadi persoalan
Bukankah cinta awal dari segalanya..??

Adakah kedalaman melebihi dalamnya cinta?
Cinta memang bukan segalanya
Tapi cinta adalah awal dari segalanya
Cinta.. Cinta.. Cinta..

Kasih..!
Aku menyendiri
Menunggu cintamu hadir disini
Apakah nanti berujung patah hati?
Harapan tergelincir hasrat tak sampai?
Atau berbunga sedih dan berbuah ilusi?
Kemudian layu meluluh lantakkan hati..?

Aku dan sang pecinta duduk sebangku
Tapi pecinta sejati terdiam membatu
Pandangannya kosong penuh syahdu
Napasnya sesak bagai kuda berpacu

Ya Allah! Aku jadi ragu
Apakah dia memang benar ada disampingku??
Atau sudah melanglang buana ke ujung penjuru...??
Aku pun tak tau..!

Rabu, 27 Juli 2016

My First Love

Everyone can see
There's change in me
They all say i'm not the same
Kid I use to be

Don't go out and play
I just dream all day
They don't know what's wrong with me
And i'm too shy to say

It's my first love
What i'm dreaming on
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do

My first love
He think's that i'm too young
He doesn't enen know
Wish that I could tell him what i'm feeling
'cause i'm feeling my first love

Sabtu, 23 Juli 2016

Natural

Andai aku berdiri di dekatmu, pasti kau akan kagum denganku. Pujian pujian yang sering aku dengar dari para ikhwan untuk kekasihnya pasti akan aku temui dari bibirmu. Tapi kau tak pernah mengerti. Aku tidak sama sekali membutuhkan itu. Aku bukanlah akhwat yang suka mendengar kata kata manis dari seorang ikhwan. Kau tau kenapa? Yah, mungkin kalau saja kau tau bagaimana aku ini, seperti apa aku?? Kau takkan pernah mau mendekatiku. Karna aku hanya hamba Allah yang hanya dipandang sebelah mata oleh mereka. Tanpa kekuatan dari-Nya aku akan rapuh. Karna kasih sayang-Nya pula aku dapat menikmati hidup dengan penuh cinta. Sehingga aku dapat membaginya bersamamu. Bukan!! Bukan sekarang waktunya! Tapi nanti :)
Mulai detik ini, akan aku buka topengku. Semua yang melekat dalam diri ini yang bukan dariku akan aku lepas. Akan aku tunjukkan aku yang sebenarnya. Dari situ aku akan tahu, perbedaan cinta sesuci cinta-Nya dengan cinta sebatas nafsu.
Waw!! Kau benar benar hebat. Hampir saja aku mengalami kegagalan hati. Kau tahu?? Perasaan itu hadirnya dari hati. Sedangkan hati itu sifatnya bersih. Yah, mana ada hati yang kotor. Yang ada hanyalah tindakan buruk hingga mengakibatkan sebuah hati akan karatan (kotor). Bagus jika kau sekata denganku. Tapi apa boleh buat jikalau Dia tak meridhoi. Apapun dapat menjadi mungkin. Kuharap kita sama sama dapat menanamkan rasa ikhlas itu di dalam jiwa. Agar tidak terjadi pertempuran diantara hati.
Jangan bilang aku cengeng! Aku tak akan berlarut larut dalam kesedihan menangis untukmu. Bukankah Rasulullah pernah mengajarkan bahwa menangisi sesuatu boleh, tapi jangan berlebihan, jangan sampai mengeluarkan sesuatu yang dapat menjadi mudharat. Artinya, kau boleh menangisinya tetapi jangan kau mengeluarkan kata kata yang menimbulkan penyesalan. Ikhlaskan semuanya. Karna ketentuan-Nya lebih indah daripada yang kau rencanakan. Kebutuhanmu lebih penting dari pada keinginanmu. Be positive tingking :)
Mungkin beberapa kalimat itu cocok untukku.
Masih ingat kataku tadi?? "Mulai detik ini, aku akan buka topengku". Yah, kuharap kau tidak terlalu shock melihat semuanya. Inilah keadaannya. Inilah kenyataannya. Entah kau tetap memilih untuk slalu bersamaku atau kau malah menghilang ditelan bumi?? Itu semua pilihanmu! Maka, libatkanlah Allah dalam setiap langkahmu. Begitu pula dengan pilihan. Ajak Allah untuk membimbingmu dalam memilih. Karna pilihan-Nya akan jauh lebih baik. Bukan, tapi yang terbaik :)
Dan mulai sekarang, aku hanyalah aku yang NATURAL. Oiya, by the way, aku akan menunggu NATURAL itu hadir di dirimu. Biar imbang, NATURAL dan NATURAL. Maka semuanya akan NATURAL. Begitupun cinta. NATURAL dari-Nya. Love you so much :)

Hujan

Tik tik tik. Tik tik tik. Tik tik tik. Hujannya lama lama menjadi deras hingga aku tak mendengar lagi lagu yang sedang aku putar dari hpku melalui handset. Lagi lagi hujan. Dan seperti sudah menjadi kebiasaan. Saat hujan turun, aku akan setia mendengar dan mengamati setiap tetesannya mendarat kebumi (agak sedikit konyol sih). Bagaikan obat, hujan itu langsung membuat para putri bunga nan indah tersenyum sumringah. Oh hujan. Jangankan bunga, dan semua jenis tumbuhan, aku pun langsung terbius oleh obat mujarabmu. Kedamaian akan kudapati, kesejukan akan menghampiri tubuhku, dan kemerduan suaramu membuatku ingin tertidur. Ada kejadian lucu yang pernah kulakukan saat bersamamu. Yah, saat bersama hujan. Kau pikir apa?? Ah, udah deh, jangan mikir ke yang lain. Siapa lagi cobak yang kau pikirkan? Secara gue kan jomblo. Mana mungkin kejadian ini aku lalui bersama si doi. Ngaur.
Saat itu, lama sudah aku menanti kehadiranmu untuk membasuh kegalauan sekaligus melenyapkan kesepian ini. Hari demi hari kumenunggu tapi kau tak kunjung datang. (ini masih cerita hujan, jangan mikir yang aneh aneh). Sampai suatu sore kau datang dengan seketika. Aku kaget. Aku senang. Aku bahagia. Tapi aku kesal, kenapa baru sekarang lo muncul hujan??? Ah, tapi ya sudahlah.
Bahagia. Yah, saking bahagianya aku melompat keluar hingga sekujur tubuhku basah kuyup. Lo tau apa yang paling penting? Saat aku terjun menghampirimu, aku sedang tidak memakai jilbab. Rambutku terlihat. Mahkotaku terpampang. Wah, gatot dong nih!!  (gawat total).
Tapi begitu sadar, aku langsung masuk kedalam istana, eh rumah maksudnya :D
Langsung beristighfar dan lari ke kamar dengan basah basah. Dan untung si untung, tidak ada yang melihatku. Jadi rambutku, auratku, mahkotaku, berlianku, diamondku, (ah, semuanya lah tu) tidak terlihat oleh siapapun. Kecuali.... Yah, DIA. Dia yang Maha Melihat. Aku pun malu pada-Nya. Kenapa aku seceroboh itu. Hampir saja aku... ah yasudahlah. Intinya, itu semua karna kamu hujan. Makanya, sekali lagi, kalau mau berkunjung pakek kode dong. Jangan tiba tiba muncul gitu aja. Kayak jelangkung aja. Datang gak diundang pulang gak tau jalan :D
"Ku akan selalu merindukanmu. See you tomorrow, rain :) "

Kamis, 14 Juli 2016

Hari Ini Adalah Milikku!

Bismillahirrahmanirrahim...
Untuk hari ini aku akan menjaga lisanku, maka aku tidak akan mengucapkan kata-kata yang terlarang dan jorok, mencaci-maki, atau mengumpat.
Untuk hari ini, aku akan merapikan rumah dan kamarku, maka tidak akan ditemui lagi tata letak yang kacau dan berantakan, tetapi semuanya akan tertata rapi.
Untuk hari aku hidup, maka aku akan membersihkan tubuhku, memperindah penampilanku, memperhatikan kerapianku, dan bersikap sewajarnya dengan mengatur cara jalan, bicara, dan semua gerakanku.
Untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan bersungguh-sungguh melakukan ketaatan kepada Tuhanku, menunaikan shalatku dengan sebaik-baiknya, membekali diri dengan shalat sunnah, membiasakan baca Al-Qur'an, menalar buku-bukuku, menghafal ilmu yang berfaidah, dan menelaah buku yang bermanfaat.
Hanya untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan menanamkan kebaikan, dalam kalbuku dan mencabut darinya segala bentuk kejahatan yang tumbuh di dalamnya serta ranting-rantingnya yang berduri, seperti kesombongan, keangkuhan, riya', iri, dengki, unek-unek, dan buruk sangka.
Untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan memberikan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain dan memberikan kebajikan kepada orang lain.
Untuk hari ini aku akan hidup, maka wahai masa lalu yang telah pergi dan menghilang, enyahlah seperti matahari. Aku tidak akan menangisi kepergianmu dan engkau tidak akan melihatku duduk merenung untuk mengingatmu walaupun hanya sedetik, karena engkau telah meninggalkanku, hijrah dariku, dan pergi dariku untuk selamanya dan tanpa pernah kembali.
Wahai masa depan, engkau masih berada di alam ghaib, maka aku akan berinteraksi dengan mimpi-mimpi. Aku tidak akan menjual diriku kepada ilusi dan bayangan dan aku tidak akan menyegerakan kelahiran yang tiada. Hari esok masih belum ada, karena ia belum diciptakan dan masih belum disebut-sebut keberadaannya.
Hidupku hanyalah untuk hari ini...!!!
Hari ini adalah milikku...!!!

Rabu, 13 Juli 2016

"Djogjakarta"

Daratan yang membentang luas
Lautan yang kian memisahkan
Diriku terdampar hingga jauh yang tiada batas
Meninggalkan sanak saudara di kampung halaman

Ku pergi jauh dari sisi yang menyayangiku
Menuju kota yang tak pernah terlintas akan ku jejaki
Yang tak pernah terfikir akan ku tempati
"Djogjakarta"...
Tempatku menuai ilmu
Kesedihan menyertaiku saat ku pergi
Dari sisimu...
Kesedihan kadangkala menemaniku
Saat dikau tinggalkan diriku

Ku mencoba mencari teman
Yang mungkin dapat menemaniku
Dalam mengurangi rasa kesepian ini
Tapi.. Itu semua sungguh sulit ku dapatkan

Setiap melangkah, selangkah demi selangkah
Kian hari tlah berganti
Namun, terkadang sedih datang menerpa
Yang menggoyahkan semangatku yang tinggi

Ku coba... Dan slalu kucoba
Untuk memberanikan diri
Tapi... Ku tak tahu kemana kaki kan melangkah
Ku renungkan, fikirkan kemana ku kan berjalan

Dikatakan duka namun tak menderita
Disebut derita tapi tak tersiksa
Dibilang sepi tapi ada yang menemani
Tapi...  Semua itu tiada arti!

Orang tertawa, daku turut tertawa
Namun dihati merasa sengsara
Ku ditinggalkan tiada daya dan upaya
Makan, tidur pun ku tak kuasa

Disetiap keheningan malam
Membuat ingatan kepada kemalangan
Pergi jauh dari selubung ketentraman
Demi masa depan yang tak kunjung kejadian

Kuharungi kegembiraan di balik kesedihan
Kujalani kesedihan diawali kegelisahan
Ku ingin mengadu belas kasihan
Kepada siapa...??
Ku tak tahu arah jalan dan simpangan...!!   

(Karangan: Abangku tersayang @_@)

Kamis, 02 Juni 2016

Ikhlas, syukur, kajaiban

Ikhlas. Sesuatu yang sebenarnya sudah mutlak ada dalam diri kita. Hanya saja bagaimana cara membangunkannya, agar teraplikasi dalam kehidupan kita. Yang sekarang belum bisa atau sulit untuk melakukan sesuatu dengan berlandaskan ikhlas, mungkin saat ini ikhlas itu masih tertidur dialam bawah sadar anda. Dia masih nyenyak dalam keheningan malam, masih terpukau dengan mimpi-mimpi indah yang ujung-ujungnya banyak menggalaukan setiap insan. Dia tidak lah akan bangkit jikalau iman tak menyertai jiwa dan raga ini. Dia datang pada jiwa-jiwa yang bersih. Pada roh-roh yang selalu mengharapkan ridho-Nya. Seharusnya kau sadar wahai jiwa yang selalu tidur. Lihatlah disekelilingmu! Betapa banyak kebaikan yang bertebaran di sekitarmu. Hanya saja, kebaikan itu dapat dilihat, dapat dirasakan, dan dapat dikenali oleh hati yang sengaja memper-hati-kannya. Nyalakanlah mesin kesadaran itu, teman!
Ciptakanlah sebuah bengkel dihatimu agar setiap kau rasa hatimu telah rusak, telah ada kesalah teknisan didalamnya, maka kau dapat memperbaikinya didalam dirimu sendiri, yaitu dibengkel hatimu.
Larry Dossey pernah mengatakan bahwa "Doa adalah pengingat akan sifat manusia yang luar biasa, bahwa ada bagian diri kita yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Keyakinan bahwa kita selalu berada dalam lindungan-Nya". Jadi, kita jangan terlalu sombong kepada Allah. Merasa diri lah yang paling hebat, paling kuat, dan paling bisa, sehingga enggan untuk meminta kepada Allah, sulit untuk berdoa kepada-Nya. Hey, kamu! Hey, diri ini! Sadarlah, kita itu tidak berdaya kecuali dengan kekuatan dari Allah. Coba lah kita renungkan bersama-sama!! Apakah kita pernah bersyukur kepada Allah atas apa yang telah DIA berikan selama ini?? Sudah berapa umur yang telah kau jalani? Adakah kau memikiran darimana nikmat umur itu datang? Dari mana nikmat sehat itu hadir?
Albert Einstein juga pernah mengatakan bahwa "Ada dua cara menjalani kehidupan. Pertama, menganggap bahwa tidak ada satu pun kejadian yang ajaib. Kedua, menganggap bahwa semua yang terjadi adalah keajaiban."
Mengenai masalah keajaiban, kita tidak perlu mencarinya kawan!. Simple saja. Apa kau tau?? Setiap saat keajaiban itu  memancar seperti siaran di radio kita. Kau hanya perlu menaikkan antenanya, keraskan suaranya... dan jreng!... keajaiban akan datang..!

Rabu, 01 Juni 2016

Sepucuk Surat Untuk Ayah

Saatku lahir kedunia ini,
Berjuta-juta kebahagiaan yang kau rasakan.
Saat itu aku memang masih kecil, masih bayi
Tapi aku telah mampu merasakan kebahagiaan yang kau rasakan.
Ayah,
Adalah panggilan khususku untuk mu.
Kenapa aku tak memanggilmu Papa?
Karena panggilan itu kurang akrab bagiku.
Kenapa aku tak memanggilmu Bapak?
Karena bagiku gurulah yang kusebut bapak.
Memang kau juga guru bagiku,
Guru abadi dihatiku yang mengajarkan aku agar slalu menutup aurat,
Menjadi anak shalehah yang kau inginkan.
Kenapa pula aku tak memanggilmu Abi?
Yah, karena kita bukan dari keluarga bangsa Arab 😁.
Ayah,
Dulu kau lah yang banyak mengajarkan aku berbagai macam hal yang tak ku ketahui sebelumnya.
Banyak hal baru yang telah kau perkenalkan padaku.
Begitu juga dengan jilbab ini.
Jilbab yang sekarang kukenakan adalah berkat dari ajaranmu,  Ayah.
Dulu aku heran denganmu,
Setiap hari kau slalu memberikan penjelasan bagaimana caranya agar aku mau mengikuti aturanmu untuk menutup aurat.
Waktu itu aku tak aku tak mengerti apa maksud dari semua itu!!??
Toh banyak dari kawan-kawanku yang tak memakai jilbab.
Kenapa aku dianjurkan??
Saat itu aku merasa dihimpit,
Tak bisa bertingkah sesuai yang kumau,
Semua ada aturannya,
Semua ada batasannya,
Semua ada hukumnya,
Gak boleh ini, gak boleh itu.
Gak boleh pakai yang ini, gak boleh pakai yang itu.
Gak boleh kesana, gak boleh kesini.
Ah, semua itu membuatku terkekang.
Tapi kini aku sadar, Ayah
Sekarang anakmu ini sudah mulai mengerti.
Aku sudah paham dengan maksudmu itu.
Kini aku menyesal ayah,
Karena dulu aku pernah kesal kepadamu,
Saat kau tak bosan-bosannya menasehatiku untuk tetap mempertahankan jibab ini.
Aku sering marah padamu 😔
Aku sering mengejekmu dari belakang 😥
Bahkan aku pernah mendoakan yang tidak baik untukmu 😭
Ya Allah, betapa bodohnya aku 😥😭😢
Betapa durhakanya aku padamu, Ayah 😥😭😭
Ayah, maafkan aku yang tak bisa menjadi anak shalehah yang kau inginkan.
Maafkan aku yang sering sekali melanggar apa yang kau katakan.
Sekarang aku sadar bahwa apa yang kau katakan semua itu adalah yang terbaik untuk ku,
Untuk masa depanku,
Untuk bekal ku diakhirat nanti,
Juga untuk menolong kalian dari azab Allah.
Andai waktu itu bisa ku beli,
Akan ku putar masa kecilku dulu,
Akan kuperbaiki semua kesalahan yang pernah kulakukan.
Tapi...
Semua itu tak akan mungkin.
Aku hanya bisa merelakan masa lalu.
Yang sekarang harus kulakukan adalah bagaimana aku harus bisa menghapus dan menggantikan segala kesalahanku padamu agar menjadi berkah dikehidupanku mendatang...

Ayah,
Terima kasih atas segala ajaran-ajaranmu Ayah
Tak ku percaya kau melakukan semua itu hanya untuk kebaikan ku 😥😘😘

Smoga kau sehat selalu..
Begitu pula dengan Mama 😘😘
Aamiin... 🙏


Sabtu, 14 Mei 2016

Disenyumin aja

Dan sekarang hal yang kutakuti akhirnya terjadi. Semakin ku mendekat, semakin marak saja perkataan2 buruk itu. Lecehan2 itu. Dan sekarang bahkan lebih dari sekedar lecehan. Baiklah, mungkin saat ini aku akan menghilang. Bukan berarti aku lemah. Bukan karena aku tak ada kekuatan menghadapinya. Tapi karna semua ini cukuplah Allah yang mengatur jalan ceritanya. Dari awal sudah ku katakan, bahwa ini akan berakibat buruk. Bukan karena aku yang salah dalam berperilaku, tapi ini semua terjadi karena kesalah pahaman mereka yang selalu beragument buruk tentang apa yang mereka liat padahal sebenarnya mereka tak melihat. Mereka buta. Buta akan semua kepribadianku. Tapi itu tak membuat ku gundah gulana. Karena yang kucari bukanlah ridho atau penilaian dari makhluk ciptaan-Nya, melainkan ridho dari Allahu Rabbi.

Selasa, 10 Mei 2016

Bukti Cintaku

Sekarang aku tau alasanmu mendiamkanku
Kau selalu berfikir ku terlalu sempurna bagimu
Dan kau menganggap bahwa dirimu tak layak disampingku
Untuk kesekian kalinya kau salah mempersepsikan sesuatu

Waktu terus berputar
Tapi aku tak kan gentar
Aku akan tetap memperjuangkan
Agar cerita ini layak diabadikan

Tingkahmu, sikapmu, dan gaya bicaramu
Semuanya menunjukkan kesederhanaanmu
Tapi kau harus sadar dan tau
Bahwa kaulah yang mengisi kesederhanaanku

Dari yang kosong menjadi terisi
Dari yang sepi menjadi ramai
Dari yang ragu menjadi percaya
Dari yang sedih menjadi bahagia

Kadang aku bingung dengan perasaan
Dia yang datang tanpa pernah diminta
Dia yang pergi tanpa pernah diperintah
Dan dia yang abstrak tapi dapat dirasakan

Saat dia telah bercampur dengan trombosit darah
Yang kemudian bertarung dengan hebatnya bersama dentuman jantung
Lalu mengalir keseluruh tubuh dengan pasrah
Dan didalam hati terasa indah juga sesak, membuat diri semakin bingung

Sabar
Sabar dalam penantian tidak membuat cintaku menjadi hambar
Justru disitulah aku merasakan keindahan
Karena ku tlah menyandarkan cinta hanya pada Tuhan

Ku mencintaimu
Maka kukirimkan doa untukmu
Ku merindukanmu
Maka pilihanku adalah terus berdoa untukmu
Itulah bukti cintaku...

Sabtu, 07 Mei 2016

Cerpen Cinta Terpendam

SESYAHDU SUJUDKU DISEPERTIGA MALAM

Awalnya ini adalah tugas dari salah satu organisasiku di kampus. Kami ditugaskan oleh mentor alias kakak senior untuk membuat antalogi dengan tema “Hidden Love” atau Cinta Terpendam. Yaaah, dari judulnya aja udah kelihatan kalo ceritanya pasti galau. Tapi jangan salah tanggap dulu, cerita ini dijamin dapat menumbuhkan semangat anda dalam mencintai seseorang, apalagi yang lagi patah hati ni, supaya jangan galau-galau terus.eh, jangan bilang siapa-siapa ya, sebenernya cerita ini adalah kisahku sendiri. Hanya nama saja yang dirubah. Dan disini, aku berharap sekali jika ceritaku ini nantinya terpilih untuk dicetak di buku cerpen antalogi kami nanti. Aamiin.. Karna katanya, tidak semua cerita yang dapat terpilih, ada penyaringan lagi. Oke, langsung aja kita simak ceritanya.. :)
Namanya Athifa Zakhira Matondang. Dia berasal dari suku Batak Mandailing. Dan sekarang, dia sedang menjalani pendidikan di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Dia adalah anak bungsu ayah dan ibunya. Seperti apa yang dikatakan orang banyak, anak bungsu biasanya anak yang paling disayang dan dimanja oleh kedua orangtua. Begitu pula yang terjadi dengan Athifa. Dia merupakan anak perempuan yang paling disayang oleh kedua orang tuanya, sedikit pun ia tidak pernah merasa kekurangan cinta dan kasih sayang dari orang tua. 
Hari ini kegiatan yang dia lakukan sama halnya dengan hari-hari biasa. Bangun pagi, mandi, bersiap untuk berangkat kuliah, dan di kampus bertemu dengan “Mr. Cuek”, cowok idolanya di kampus. Kebetulan pagi ini cuacanya sangat cerah. Semangatnya pergi kuliah pun sangat menggebu-gebu. Sebelum berangkat, Athifa sudah mempersiapkan apa-apa saja yang akan dia bawa ke kampus. Dan tak pernah lupa dia membawa buku kecil khusus buat tulisan tentang perasaannya dan kejadian-kejadian apa yang terjadi di kampus tentang sikap “si Mr. Cuek”.
Sesampainya di kampus…
“Loh, itu kan dia???? pagi-pagi gini udah nengok pangeran khayangan aja. Ya Allah.. sepagi inikah Kau akan menguji imanku…???” ucap Athifa dalam hati sambil tersenyum-senyum sendiri dan masih terus memandang lelaki idolanya berjalan di depannya.
Seperti biasa, dia hanya bisa memandang lelaki itu dari jauh. Dia tak berani mendekat, apalagi mengajak lelaki itu bicara. Akhirnya, dia hanya bisa berjalan di belakangnya sambil terus menunduk sampai-sampai ia hampir menabrak tembok di depannya. Entah sampai kapan perasaan ini terus terpendam dalam hatinya, Athifa pun tak tau.
Dalam Islam pacaran itu dilarang. Itu sebabnya, dari dulu sampai sekarang Athifa tak pernah pacaran, alias jomblo sejati. Semua lelaki yang mendekatinya, langsung dia tolak begitu saja. Begitupun setelah Athifa bertemu dengan si “Mr. Cuek”, keadaan masih sama persis. Walaupun kenyataannya Athifa memendam rasa yang sangat dalam kepada lelaki idolanya tadi, tapi dia tetap komitmen pada satu target untuk tidak pacaran.
Athifa selalu berfikir, apakah dia berdosa mencintai seorang lelaki dengan cara seperti ini. Apakah salah jika dia menyimpan rasa cinta pada seorang lelaki yang belum halal baginya. Yang dia tau hanyalah rasa cinta itu terus bertambah setiap detik, tanpa bisa ia hentikan.
Haziq. Haziq adalah nama lelaki yang Tifa kagumi. Tepatnya adalah Haziq Raqilla Efendi. Haziq seumuran dengan Tifa. Mereka berada di kampus yang sama, jurusan yang sama pula, tapi berbeda kelas. Kelasnya Haziq bersebelahan dengan kelasnya Tifa. Setiap hari Tifa selalu melewati depan pintu kelas Haziq, berharap bisa melihat Haziq walaupun hanya sepintas.
Selain dirinya dan Allah, ada satu orang yang mengetahui perasaannya terhadap Haziq. Dia adalah teman dekatnya Tifa, namanya Qaesyarah dan biasa dipanggil Sarah. Hari demi hari berlalu, tak bosan-bosannya Athifa terus memantau sikap dan prilaku Haziq. Ternyata, Haziq bukanlah tipe cowok yang recok. Dia tidak suka keramaian, itu lah kenapa dia lebih suka menyendiri. Kalau bukan orang lain yang berbica terlebih dahulu, dia tidak akan berbicara. Yah, itu lah cowok cuek yang dikagumi Athifa.
“Eh, liat deh. Dia lagi dengerin musik tuh. Gilaaak keren banget kan gayanya. Dia juga bisa main gitar lho. Tipe aku kali pokoknya”, kata salah satu teman sekelas Tifa yang ternyata juga menyukai Haziq.
Sabar ya Tifa, memang udah banyak kok yang suka sama dia. Jodoh gak bakal tertukar kok. Jadi santai aja, okey?”, ucap Sarah sambil terus mengelus-elus pundak Athifa.
Athifa lalu pergi meninggalkan Sarah dan ia menuju taman yang berada tak jauh dari tempat mereka mengobrol tadi. Lalu ia membuka tasnya dan mencari buku kecil yang semuanya tulisan tentang lelaki idolanya, Haziq. Dalam buku kecil khusus itu, Athifa menuliskan...
Tak mengapa jika banyak yang suka padamu, jika banyak yang mengagumimu, dan banyak sekali perempuan yang ingin menjadi pacarmu. Sekalipun jika akhirnya aku tau kamu akan berpacaran dengan salah satu temanku, aku tak akan menangisimu, karena aku masih memiliki cinta yang kekal sampai kapan pun, yaitu cintaku pada Allah. Ya Allah, mohon jagalah hati ini agar aku tidak berlarut-larut dalam cinta yang salah. Aku hanya ingin mencintai-Mu saat ini, maka hilangkanlah sedikit demi sedikit rasa cintaku kepada kekasih-Mu ini…
Bleeb, buku itu pun ditutupnya.
Malam itu, seperti biasa Tifa terbangun di sepertiga malam dan biasanya ia langsung menuju kamar mandi lalu berwudhu dan melakukan shalat tahajjud. Terlahir dari keluarga yang kuat agama membuat Tifa menjadi anak yang rajin beribadah, yang wajib maupun sunnah. Setiap malam, ia tak pernah absen menunaikan shalat tahajjud dan dilanjutkan dengan menghafal Al-Qur’an. Setelah shalat tahajjud dua rakaat, ia pun berdoa kepada Allah. Yang paling utama didoakannya adalah kedua orang tuanya. Lalu doa untuknya dan keluarganya. Setelah itu, barulah ia mendoakan hal-hal pribadinya. Termasuk Haziq. Ya, Haziq memang selalu hadir disetiap doa-doa sepertiga malamnya. Tifa tidak meminta agar Allah betul-betul menjodohkannya dengan Haziq. Tapi, ia memohon kepada Allah untuk selalu menjaga cintanya terhadap Haziq agar tidak melebihi cintanya kepada Sang Maha Pemberi Cinta. Dan doa ini menjadi doa yang tidak pernah ia tinggalkan.
Keesokan harinya…
Setelah lelah seharian melewati aktifitas di kampus, Tifa pun ingin segera pulang karena hari juga semakin sore. Dijalan menuju rumahnya, sambil mengendarai kereta, Tifa bernyanyi-nyanyi dan fikirannya melayang ke siapa lagi kalau bukan Haziq. Difikirannya, dia berharap bertemu sekali saja dengan Haziq saat itu juga, detik itu juga, dan menit itu juga. Tapi, ia pun sadar. Mana mungkin ia bertemu dengan Haziq di jalan ini. Pasti lah sekarang Haziq sudah berada di rumahnya, atau mungkin masih berada di sekitar kampus. Tapi… tiba-tiba saja, seperti kemukjizatan, Haziq datang dengan keretanya sambil terus melaju pelan mendekat kesamping Tifa. Sepontan, Tifa pun kaget. Karena apa yang ada difikirannya saat itu, tiba-tiba langsung menjadi kenyataan.
“hey, ngelamun aja.. Nanti nabrak baru tau rasa”, kata Haziq yang tiba-tiba muncul di hadapan Tifa.
“Haziq?? Dari mana kamu? Kok bisa disini?
“ya bisa lah. Aku kan biasanya memang lewat sini kalau pulang kampus. Kenapa? Kok bingung gitu wajahnya?”
“Eng..eng..enggak kok. Gak ada apa-apa” kata Tifa dengan terbata-bata.
“Aneh”, jawab Haziq.
“Haziq, aku duluan ya. Assalamu’alaikum..” ucap  Tifa.
“Wa’alaikumsalam”, jawab Haziq.
Lalu mereka pun berpisah disebuah persimpangan karena arah rumah mereka berbeda.
Sampai dirumah, Tifa masih terus tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini. Dia tidak menyangka jika keinginannya bertemu dengan Haziq di jalan seketika itu dikabulkan oleh Allah. Entah itu hanya kebetulan saja, atau mungkin memang rencana Allah. Yang jelas, Athifa sangat senang sekali karena bertemu dengan Haziq, walaupun hanya sebentar saja.
 Tak terasa semester satu telah berlalu. Sudah cukup kuat Athifa menyimpan perasaannya terhadap Haziq selama satu tahun lebih. Karena ternyata, tidak gampang dan tidak enak jika kita memendam rasa cinta pada seseorang. Nah, itu lah yang dirasakan Athifa. Berlanjut ke semester 2, nasibnya masih tetap sama. Athifa tetap memilih memendam rasa sukanya terhadap lelaki yang dia kagumi. Sampai detik ini, Athifa tak mengerti apakah rasa ini sudah menunjukkan rasa cinta atau malah hanya sekedar rasa kagum pada seseorang saja.
 “ Tifa, ada berita bagus lho”, kata Sarah
“Berita apa lagi sih Sarah?? Pasti gosip ya? Gak mau ah! Dosa tau gosipin orang.” Jawab Tifa acuh tak acuh.
“Bukaaan. Ini masalah Haziq. Kamu harus tau satu hal ini”
“Haziq?? Kenapa lagi dengan dia? Udah lah Sarah, aku mau lupain dia aja, sekarang aku gak mau bahas tentang dia lagi”
“Tifaaa, dengar dulu. Kemaren, aku ketemu sama Haziq. Dia bersama perempuan teman sekelasnya. Entah apa yang mereka perbincangkan, tapi mereka kelihatan serius sekali, dan disitu aku melihat kearakraban mereka kuat sekali. Terus, setelah perempuan itu pergi, aku menghampiri Haziq. Aku gak tega jika temanku tersayang ini terus sakit hati dibuatnya. Maka dari itu, aku katakan kepada Haziq kalau kamu sangat mencintainya. Dia terdiam dan gak percaya dengan apa yang kukatakan. Tapi aku gak punya waktu banyak, setelah aku katakan semuanya, aku pun pergi meninggalkannya”, ujar Sarah panjang lebar.
“Sarah.. kamu bilang semuanya ke Haziq tanpa persetujuanku terlebih dahulu?? Kan aku jadi malu nanti kalau bertemu dengan Haziq…” kata Tifa sambil merengut.   
“heeeii, denger dulu, aku kan belum selesai bicara. Setelah kejadian itu, malamnya langsung Haziq mengirim pesan padaku lewat BBM. Katanya, dia gak percaya kalau ternyata perempuan yang ia cintai selama ini juga mencintainya secara diam-diam”.
“eeiitss, tunggu dulu. Haziq bilang dia gak percaya kalau ternyata perempuan yang ia cintai selama ini juga mencintainya secara diam-diam??? Itu artinya…. Haziq juga mencintaiku??? Iya, iya kan Sarah??”, Tanya Tifa sambil mengguncang-guncangkan badan Sarah.
Setelah mendengar cerita dari temannya bahwa Haziq juga memiliki perasaan yang sama, membuat Athifa begitu kegirangan. Sampai akhirnya ia membuka lembaran buku itu lagi lalu dengan cepat ia menuliskan…
Jatuh cinta memang fitrah bagi setiap manusia. Tapi bagaimana cara untuk mengekspresikannya adalah pilihan. Ada satu keindahan yang mengatur alur ceritanya. Dan bagiku keindahan itu adalah ISLAM. Islam mengajariku bagaimana membaikkan fitrah yang dianugerahkan kepada-Nya. Meski tak terucap dan tak tersampaikan, hatiku tetap bahagia karena Islam telah menjaga.
Saat rasa belum mampu ku eja. Maka pilihanku adalah tetap berusaha, hingga aku sanggup membaca. Jika rasa telah sanggup kubaca. Maka pilihanku adalah berusaha untuk merangkai kata. Jika aku telah mampu merangkai kata. Maka rasa ‘kan ku tulis hingga makna mengisi sebuah cerita. Inilah yang kusebut penantian di dalam asa. Bahagia dan sempurna bersama doa dan usaha.
Oh Tuhan… inikah hadiah yang kau berikan untukku setelah sekian lama aku bersabar menunggunya dan memasrahkan rasa cinta ini hanya pada-Mu..?aku benar-benar tak salah pilih memutuskan bahwa Kau lah tempat berlindungku, sehingga aku dapat ikhlas menyandarkan rasa cinta ini hanya pada-Mu.
Dan sekarang, Tifa dan Haziq semakin dekat. Mereka tidak berpacaran, tetapi saling menjaga silaturahim antara keduanya. Karena ternyata mereka adalah satu komitmen, NO PACARAN! Dan sampai detik ini pun mereka saling memberi kabar, layaknya hubungan antara sahabat.

Sabtu, 05 Maret 2016

Wanita Shalehah

Wanita shalehah....
Di dunia kau adalah sebaik-baiknya perhiasan dan di akhirat kau adalah ratu para bidadari syurga.
Bibir yang selalu tersenyum dengan lembutnya
Tutur katamu lembut bagai ibu yang menasehati anaknya
Mata sayu penuh suka cita
Wajah yang selalu bercahaya bagai bulan yang menerangi malam dengan setia
Jari-jemarinya tak pernah berhenti bergerak dengan lincahnya, untuk bertasbih memuji Allah
Tak lupa pula bershalawat untuk Nabi yang dicintainya
Kerinduannya tak pernah putus kepada Allah dan Rasulullah
Tangan tak segan-segan membantu sesama dengan penuh kasih tanpa mengharap pamrih
Hati yang bersih membuat dirinya semakin menawan dan terjaga
Kakinya selalu melangkah untuk mencari ilmu agama
Jilbab panjang itu terjuntai
Pakaian menyapu lantai
Tubuh tertutup dengan rapat agar tak menimbulkan fitnah bagi yang melihat
Dia bukanlah wanita fashionable
Dia tak mudah ditemukan dengan mudah
Dia juga tak akan tertarik pada gemerlapnya dunia
Dia tak butuh emas, intan, berlian, atupun permata karena dia adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia
Bahkan dia lebih utama daripada bidadari syurga..
Dikisahkan, pernah Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah SAW, "ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?"
Rasulullah menjawab, "wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat"
Kemudian Ummu Salamah bertanya lagi, "mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?"
Dan Rasulullah pun menjawab, "karena shalat mereka, puasa mereka, dan ibadah mereka kepada Allah".
Masya Allah, begitu beruntungnya kita terlahir sebagai wanita. Allah berikan kita anugerah yang begitu sangat luar biasa. Didunia dia menjadi keberkahan bagi keluarganya, di akhirat dia menjadi kebanggaan Rasulullah..
Sungguh sangat luar biasa .

Kamis, 03 Maret 2016

Bersyukur

Manusia... Makhluk ciptaan Allah yang sangat indah, belum lagi dengan segala nikmat yang telah diberikan-Nya.
Mulut, mata, telinga, hidung, kaki, tangan, dan sebuah perasaan-perasaan yang ada di dalam diri ini...
Rasanya tak pantas jika manusia masih lalai melaksanakan kewajibannya terhadap Allah. Sudah sepantasnyalah manusia itu banyak-banyak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Tapi selama perjalanan kehidupan, lagi lagi yang namanya manusia harus tersungkur dalam kufur nikmat. Dunia telah  membutakan hati dan fikirannya, sehingga ia lupa apa yang telah diberikan Allah kepadanya.
Langit, bumi, gunung, dan segala apa yang ada didalam isi perut bumi..
Semua Allah berikan kepada manusia. Rasanya tak pantas jika manusia durhaka kepada Allah..
Jadi apa yang harus dilakukan oleh diri ini??
Selalu dan selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Maka balaslah kebaikan Allah ini dengan melaksanakan perintahnya, jangan engkau malah mendurhakai-Nya..
Ingat lah sahabatku, Allah tidak membutuhkan manusia, tapi manusia yang membutuhkan Allah.
Biarpun seluruh manusia yang Allah ciptakan, dari awal hingga akhir mereka tidak mau rukuk, tidak mau sujud, dan tidak pernah menyembah Allah, sedikitpun Allah tidak akan pernah hilang kekuasaannya..
Dan jikalaupun manusia, mereka sujud, mereka rukuk, dan menyembah Allah dengan taat, dengan ketaatan yang sangaaaatt luar biasa, itu pun tidak akan pernah menambah kekuasaan Allah, karna Allah sudah Maha Berkuasa dan Allah Maha Besar...
Dalam kehidupan ini, sering kita temui manusia yang pada saat dia mendapat kebahagiaan, dia lupa akan Allah, dia tak sadar dari mana asalnya kebahagiaan yang ia dapatkan. Sementara itu, pada saat ia mendapat musibah, mendapat kesusahan, ia menangis sepanjang malam, mengadu kepada Allah, meminta kepada Allah agar diberi kekuatan dan meminta segera disudahkan kesusahannya.
Sob, cobalah kalian renungkan! Apakah ini adil bagi Allah? Padahal Allah telah memberikan semuanya kepada kita?? Sanggupkah kita melakukan ini kepada Allah?? Disaat senang, engkau lupakan Allah. Tapi saat kesusahan, engkau senantiasa meminta pertolongan-Nya. Astaghfirullah...
Didalam surah Ar-Rahman, entah berapa kali Allah mengulang satu kalimat, yang seharusnya jadi bahan renungan bagi kita..
"Fabiayyi'aala irobbikumaa tukazzibaan"
Maka nikmat yang mana lagikah yang kamu dustakan??
Pasti kita bertanya-tanya, kenapa Allah berkali-kali bahkan berpuluh-puluh kali mengulang kalimat ini???
Karena saking banyaknya lah manusia yang lupa akan syukur.
Ya Rabbana,
Jadikan kami menjadi manusia yang senantiasa bersyukur, yang tau dan sadar, bagaimana cara bersyukur yang benar menurut Engkau ya Allah, bukan menurut hawa nafsu kami..
Jangan biarkan kami tenggelam dalam lautan kufur nikmat, tenggelam dalam lautan kedurhakaan, tenggelam dalam satu perkara yang membuat kami jauh dari Engkau..
Ya Rabbana,
Jangan lepaskan kami, kasihani kami ya Rabbana, sayangi kami ya Rabbana, ampuni kami ya Rabbana...
Terima kasih ya Allah, karna Engkau slalu memberikan kesempatan bagi kami untuk menambahkan amal, memperbaiki amal..
Jangan biarkan kami menjadi orang, menjadi makhluk yang sombong dengan amal yang telah kami punya..
Jadikan kami menjadi orang yang banyak cinta dan kasih sayang, bukan hanya kepada sesama, tapi kepada Engkau yang paling penting ya Rabbana..
Aamiin..

Selasa, 01 Maret 2016

Pasrah Diri

Wahai diriku...
Tuhanmu telah berjanji, bahwa akan ada masa yang datang menerpa kehidupan ini. Baik itu kesusahan maupun kesenangan. Perlu kita ketahui, bahwa Allah tidak membebani seseorang diluar batas kemampuannya. Tapi sering kali kita menganggap bahwa yang namanya ujian itu adalah sebuah kesusahan, dan pada akhirnya kita tidak pernah menganggap bahwa kesenangan itu adalah juga sebuah ujian. Padahal jelas, Al-Qur'an berfirman bahwa kesenangan adalah ujian, dan kesusahan adalah juga ujian.
Sahabat, disinilah perlunya cerdas akhirat, bukan hanya cerdas dunia. Ingatlah sahabatku, hakikat dari sebuah ujian itu adalah untuk meningkatkan kualitas kedudukan seseorang dihadapan Tuhannya!
Ujian bukan untuk melemahkan, tapi untuk membuat kita semakin menjadi kuat!
Pasrah!!
Kita harus pasrah kepada Allah.
Ingat ya sahabat, pasrahnya bukan berarti kita putus asa lho! Tapi pasrah disini adalah pasrah sesuai dengan syariat.
Setelah kita berusaha, kita wajib memasrahkan hasil akhirnya hanya kepada Allah.
Kita memang diberikan kekuatan untuk berikhtiar, tapi Allah punya kemauan.
Sungguh, Allah punya hak untuk melakukan apapun yang menjadi kehendak Allah.
Jadi apa sesungguhnya yang mesti disadari oleh diri ini??
Sesuatu yang kita benci belum tentu itu adalah yang buruk, dan sesuatu yang kita cintai belum tentu juga itu adalah yang baik.
Hidup didunia ini adalah sementara. Tidak akan lama kita tinggal didunia ini. Dunia hanya kehidupan sementara. Lantas kehidupan mana yang kekal bagi kita???
AKHIRAT. Ya, diakhiratlah kehidupan kita yang kekal. Sungguh rugilah bagi seseorang yang semasa hidupnya selalu bersantai-santai. Rugilah bagi dia yang hanya memikirkan dunia saja. Sia-sia waktu berpuluh-puluh tahun itu.
Manusia. Manusia terlalu mudah dirayu oleh syetan. Manusia terlalu lemah. Kenapa? Karena saking banyaknya manusia yang lalai. 
Oleh karna itu, ayo, marilah kita kuatkan iman kita agar kita dijauhkan dari godaan-godaan syetan yang terkutuk, supaya kita tidak termasuk orang-orang yang merugi.

Cinta Kepada-NYA

Sungguh sayang seribu kali sayang
Pucuk dicinta hanya jadi bayangan
Ulam tiba tak pernah dihiraukan
Kebutuhan jiwa ditepis abaikan

Lagi-lagi sayang seribu kali sayang
Hati kering kerontang
Jiwa haus kelaparan
Kehidupan gersang mengibakkan
Bagai ilalang yang kekeringan

Betapa banyak kepalsuan dalam kehidupan
Yang berteriak di sudut-sudut kegelapan
Mencemooh dengan tuduhan tak berdasar
Menyudutkan dan memojokkan tanpa sadar

Hati tau jalan mana yang diridhoi
Jiwa paham apa yang dicari
Batin janganlah dikotori
Jadilah insan yang tau diri

Ingatlah! Nafsu itu cuma sebagai alat
Harus ditunggangi supaya bermanfaat
Sekali nafsu yang jadi kemudi
Ia akan membakar seperti api

Duhai kawan!
Cinta memang awal segalanya
Tapi cinta bukanlah segalanya
Oleh karena itu
Mencintailah karna Dia semata
Rabb Azza Wajalla

Dear Jilbabku...

Dear jilbabku...
Maafkan aku yang tak bisa menjagamu dengan baik...
Maaf jika aku masih sering melakukan hal yang tak pantas dilakukan oleh seorang muslimah berjilbab panjang seperti aku ini...
Maafkan aku jika kau ternodai karena keburukuan sifatku...
Maaf jika aku masih belum bisa mengontrol bibir ini untuk tidak mengumbar-umbarkan aib orang...
Aku sadar, sungguh aku bukanlah yang terbaik di antara mereka, tapi aku ingin mencoba menjadi seseorang yang lebih baik di antara mereka...
Banyak sudah rintangan dan cobaan yang datang menerpa saat kau bersamaku...
Pasti kau bertanya-tanya, mengapa aku tetap tegar dan kuat setelah apa yang menerpa diri ini..??
Simple, hanya satu alasanku yang membuatku masih bisa berdiri, masih bisa tersenyum, dan masih setia padamu...
Yaitu kau, wahai jilbabku..
Kau adalah alasan untukku bisa menjauhkan diri dari hal apapun yang jelek menurutmu, dari hal apapun yang tidak baik dimatamu...
Kau selalu mengingatkanku akan kematian...
Kau selalu mengingatkanku akan pedihnya azab Allah...
Kau juga selalu mengingatkanku akan besarnya kasih sayang kedua orang tuaku...
Sehingga aku masih setia sampai saat ini dan sampai kapan pun..
Lucu sekali, aku tetap setia padamu tapi aku masih sering melakukan aktivitas yang dapat merendahkanmu di mata orang lain...
Tenanglah wahai jilbabku, perjalanan ini tidak akan lama lagi..
Hidup ini tidak akan selalu pahit..
Adakalanya kita merasakan manisnya kehidupan...
Semoga kau selalu setia menutup aurat ku dengan layak agar tidak menimbulkan fitnah, agar kau tidak ternodai lagi, dan agar kesusahan ini segera berakhir..
I love my jilbab :)

Senin, 29 Februari 2016

Dahsyatnya kalimat Subbhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum sahabat..
"Subhanallah wabihamdi subhanallahil adzim". Apakah sahabat tau, bahwa begitu dahsyatnya kelebihan dari kalimat tersebut. Setiap ada waktu senggang, sempatkanlah untuk mengulang-ngulang kalimat itu. Karena sangaaat banyak sekali syafaat yang kita dapat, diantaranya "barang siapa yang mengucapkan subhanallah wabihamdihi subhanallahil'adzim sebanyak 100×, maka akan dihapuskan kesalahannya walau sebanyak buih dilautan" (H.R. Bukhori& Muslim). 
Sahabatku, itu masih satu dari sekian banyak manfaatnya lagi. Sungguh, hati senantiasa tenang dan damai jika setiap waktunya kita selalu berdzikir kepada Allah. Kalimat ini tidaklah sulit untuk diucapkan, dan tidak pula menghabiskan waktu kita. Hanya mengisi di waktu senggang kok. Sayang kan, jika waktu senggang kita isi dengan aktivitas yang tidak bermanfaat. 
Dizaman sekarang, zaman yang makin modern ini, manusia semakin lupa dengan kewajibannya sebagai hamba Allah. Nyaris memang melihat kondisi sekarang, terutama pada remajanya yang sedikit sedikit, handphone. Yah, rasanya handphone tak pernah lepas dari tangan. 
Takut dibilang gak gaul? Takut ketinggalan zaman? Takut dibilang gak update? 
Wahai sahabatku, marilah kita saling memperbaiki diri. Sudah cukup lama kita lalai dalam dunia ini. Kalau bukan sekarang, kapan lagi ada waktu untuk memperbaiki diri? Apakah sahabat yakin jika waktu sahabat didunia ini masih panjang? Astaghfirullahal'adzim

Senin, 22 Februari 2016

Jatuh Cinta Lagi???

Cinta tak usah dicari
Pada saatnya dia akan muncul sendiri
Cinta tak usah dipelajari
Pada saatnya kau akan paham sendiri
Cinta tak usah diberi arti
Karna arti cinta adalah cinta itu sendiri
Kejarlah cita-cita demi cinta
Tinggalkan cinta demi cita-cita
Oh, sungguh besar cinta kasih-Nya
Dia slalu memberi dan memberi
Tak pernah merasa rugi
Dia slalu mengasihi dan mengasihi
Tak pernah menuntut untuk di kasih
Dia slalu menyayangi dan menyayangi
Tak pernah minta untuk di sayangi
Kalau demikianlah cinta kasih diantara manusia
Pasti tak ada lagi caci maki, dendam benci, dan umpat dengki...
Maha Suci Allah yang telah memberi cinta kepada setiap ummat...

8 Keberanian Untuk Tumbuh Berkembang

Kita sering mengalami rasa ketidakpercayaan pada diri sendiri. Kita merasa tak mampu padahal mampu. Hal seperti ini harus di basmi. Jangan hiraukan ucapan orang lain yg akan membuatmu pusing, jalankan saja apa yg menjadi keyakinanmu. Yakinlah dengan prinsip, yakinlah dengan tujuanmu. Gapailah apa yg menjadi keyakinanmu. Untuk menggapainya, kamu harus berjuang, jangan pernah putus asa. Tak usah hiraukan perkataan mereka yg mencoba mendownkan hasratmu. Jangan hiraukan komentar sinis orang yg iri. Kata pak Mario Teguh,  yg menentukan jalan hidup kita sendiri itu adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. So, jangan mau jika remote control hidupmu dikendalikan oleh orang lain, itu akan dapat menghambat kesuksesanmu.
Berikut adalah 8 keberanian untuk tumbuh dan berkembang :
1. Berani keluar, dari:
-rasa tidak mampu
Jangan pernah berfikir bahwa kamu tak mampu, kamu tak bisa, dan kamu tak sanggup. Semua harus dilakukan dengan action. Jika kamu tak mencoba, bagaimana kamu akan keluar dari zona ketakutan??
-rasa tidak mungkin
Semua pasti akan menjadi mungkin jika Allah menghendaki. Jika kamu berfikir positif, maka Allah akan menghendaki yg positif bagimu.
-rasa tidak pecaya diri

-rasa tidak apa apa nya

2. Berani menghargai diri, dengan cara :
-yakin anda layak sukses
-yakin anda bisa
-yakin potensi diri

3. Berani bermimpi

4. Berani mendeklarasikan:
-ungkapkan komitmen sukses diri
-siap untuk menerima tantangan
-siap untuk menerima masukan

5. Berani merencanakan

6. Berani melaksanakan :
-mulai dari yang kecil
-mulai dari diri sendiri
-mulai dari sekarang

7. Berani belajar :
-cinta membaca
-mau bertanya
-belajar dari pengalaman

8. Berani gagal :
-menerima evaluasi
-belajar dari kegagalan
-percaya diri

Thanks udah mampir diblog saya, semoga bermanfaat...