Bismillahirrahmanirrahim...
Untuk hari ini aku akan menjaga lisanku, maka aku tidak akan mengucapkan kata-kata yang terlarang dan jorok, mencaci-maki, atau mengumpat.
Untuk hari ini, aku akan merapikan rumah dan kamarku, maka tidak akan ditemui lagi tata letak yang kacau dan berantakan, tetapi semuanya akan tertata rapi.
Untuk hari aku hidup, maka aku akan membersihkan tubuhku, memperindah penampilanku, memperhatikan kerapianku, dan bersikap sewajarnya dengan mengatur cara jalan, bicara, dan semua gerakanku.
Untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan bersungguh-sungguh melakukan ketaatan kepada Tuhanku, menunaikan shalatku dengan sebaik-baiknya, membekali diri dengan shalat sunnah, membiasakan baca Al-Qur'an, menalar buku-bukuku, menghafal ilmu yang berfaidah, dan menelaah buku yang bermanfaat.
Hanya untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan menanamkan kebaikan, dalam kalbuku dan mencabut darinya segala bentuk kejahatan yang tumbuh di dalamnya serta ranting-rantingnya yang berduri, seperti kesombongan, keangkuhan, riya', iri, dengki, unek-unek, dan buruk sangka.
Untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan memberikan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain dan memberikan kebajikan kepada orang lain.
Untuk hari ini aku akan hidup, maka wahai masa lalu yang telah pergi dan menghilang, enyahlah seperti matahari. Aku tidak akan menangisi kepergianmu dan engkau tidak akan melihatku duduk merenung untuk mengingatmu walaupun hanya sedetik, karena engkau telah meninggalkanku, hijrah dariku, dan pergi dariku untuk selamanya dan tanpa pernah kembali.
Wahai masa depan, engkau masih berada di alam ghaib, maka aku akan berinteraksi dengan mimpi-mimpi. Aku tidak akan menjual diriku kepada ilusi dan bayangan dan aku tidak akan menyegerakan kelahiran yang tiada. Hari esok masih belum ada, karena ia belum diciptakan dan masih belum disebut-sebut keberadaannya.
Hidupku hanyalah untuk hari ini...!!!
Hari ini adalah milikku...!!!
Kamis, 14 Juli 2016
Hari Ini Adalah Milikku!
Rabu, 13 Juli 2016
"Djogjakarta"
Daratan yang membentang luas
Lautan yang kian memisahkan
Diriku terdampar hingga jauh yang tiada batas
Meninggalkan sanak saudara di kampung halaman
Ku pergi jauh dari sisi yang menyayangiku
Menuju kota yang tak pernah terlintas akan ku jejaki
Yang tak pernah terfikir akan ku tempati
"Djogjakarta"...
Tempatku menuai ilmu
Kesedihan menyertaiku saat ku pergi
Dari sisimu...
Kesedihan kadangkala menemaniku
Saat dikau tinggalkan diriku
Ku mencoba mencari teman
Yang mungkin dapat menemaniku
Dalam mengurangi rasa kesepian ini
Tapi.. Itu semua sungguh sulit ku dapatkan
Setiap melangkah, selangkah demi selangkah
Kian hari tlah berganti
Namun, terkadang sedih datang menerpa
Yang menggoyahkan semangatku yang tinggi
Ku coba... Dan slalu kucoba
Untuk memberanikan diri
Tapi... Ku tak tahu kemana kaki kan melangkah
Ku renungkan, fikirkan kemana ku kan berjalan
Dikatakan duka namun tak menderita
Disebut derita tapi tak tersiksa
Dibilang sepi tapi ada yang menemani
Tapi... Semua itu tiada arti!
Orang tertawa, daku turut tertawa
Namun dihati merasa sengsara
Ku ditinggalkan tiada daya dan upaya
Makan, tidur pun ku tak kuasa
Disetiap keheningan malam
Membuat ingatan kepada kemalangan
Pergi jauh dari selubung ketentraman
Demi masa depan yang tak kunjung kejadian
Kuharungi kegembiraan di balik kesedihan
Kujalani kesedihan diawali kegelisahan
Ku ingin mengadu belas kasihan
Kepada siapa...??
Ku tak tahu arah jalan dan simpangan...!!
(Karangan: Abangku tersayang @_@)
Kamis, 02 Juni 2016
Ikhlas, syukur, kajaiban
Ikhlas. Sesuatu yang sebenarnya sudah mutlak ada dalam diri kita. Hanya saja bagaimana cara membangunkannya, agar teraplikasi dalam kehidupan kita. Yang sekarang belum bisa atau sulit untuk melakukan sesuatu dengan berlandaskan ikhlas, mungkin saat ini ikhlas itu masih tertidur dialam bawah sadar anda. Dia masih nyenyak dalam keheningan malam, masih terpukau dengan mimpi-mimpi indah yang ujung-ujungnya banyak menggalaukan setiap insan. Dia tidak lah akan bangkit jikalau iman tak menyertai jiwa dan raga ini. Dia datang pada jiwa-jiwa yang bersih. Pada roh-roh yang selalu mengharapkan ridho-Nya. Seharusnya kau sadar wahai jiwa yang selalu tidur. Lihatlah disekelilingmu! Betapa banyak kebaikan yang bertebaran di sekitarmu. Hanya saja, kebaikan itu dapat dilihat, dapat dirasakan, dan dapat dikenali oleh hati yang sengaja memper-hati-kannya. Nyalakanlah mesin kesadaran itu, teman!
Ciptakanlah sebuah bengkel dihatimu agar setiap kau rasa hatimu telah rusak, telah ada kesalah teknisan didalamnya, maka kau dapat memperbaikinya didalam dirimu sendiri, yaitu dibengkel hatimu.
Larry Dossey pernah mengatakan bahwa "Doa adalah pengingat akan sifat manusia yang luar biasa, bahwa ada bagian diri kita yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Keyakinan bahwa kita selalu berada dalam lindungan-Nya". Jadi, kita jangan terlalu sombong kepada Allah. Merasa diri lah yang paling hebat, paling kuat, dan paling bisa, sehingga enggan untuk meminta kepada Allah, sulit untuk berdoa kepada-Nya. Hey, kamu! Hey, diri ini! Sadarlah, kita itu tidak berdaya kecuali dengan kekuatan dari Allah. Coba lah kita renungkan bersama-sama!! Apakah kita pernah bersyukur kepada Allah atas apa yang telah DIA berikan selama ini?? Sudah berapa umur yang telah kau jalani? Adakah kau memikiran darimana nikmat umur itu datang? Dari mana nikmat sehat itu hadir?
Albert Einstein juga pernah mengatakan bahwa "Ada dua cara menjalani kehidupan. Pertama, menganggap bahwa tidak ada satu pun kejadian yang ajaib. Kedua, menganggap bahwa semua yang terjadi adalah keajaiban."
Mengenai masalah keajaiban, kita tidak perlu mencarinya kawan!. Simple saja. Apa kau tau?? Setiap saat keajaiban itu memancar seperti siaran di radio kita. Kau hanya perlu menaikkan antenanya, keraskan suaranya... dan jreng!... keajaiban akan datang..!
Rabu, 01 Juni 2016
Sepucuk Surat Untuk Ayah
Saatku lahir kedunia ini,
Berjuta-juta kebahagiaan yang kau rasakan.
Saat itu aku memang masih kecil, masih bayi
Tapi aku telah mampu merasakan kebahagiaan yang kau rasakan.
Ayah,
Adalah panggilan khususku untuk mu.
Kenapa aku tak memanggilmu Papa?
Karena panggilan itu kurang akrab bagiku.
Kenapa aku tak memanggilmu Bapak?
Karena bagiku gurulah yang kusebut bapak.
Memang kau juga guru bagiku,
Guru abadi dihatiku yang mengajarkan aku agar slalu menutup aurat,
Menjadi anak shalehah yang kau inginkan.
Kenapa pula aku tak memanggilmu Abi?
Yah, karena kita bukan dari keluarga bangsa Arab 😁.
Ayah,
Dulu kau lah yang banyak mengajarkan aku berbagai macam hal yang tak ku ketahui sebelumnya.
Banyak hal baru yang telah kau perkenalkan padaku.
Begitu juga dengan jilbab ini.
Jilbab yang sekarang kukenakan adalah berkat dari ajaranmu, Ayah.
Dulu aku heran denganmu,
Setiap hari kau slalu memberikan penjelasan bagaimana caranya agar aku mau mengikuti aturanmu untuk menutup aurat.
Waktu itu aku tak aku tak mengerti apa maksud dari semua itu!!??
Toh banyak dari kawan-kawanku yang tak memakai jilbab.
Kenapa aku dianjurkan??
Saat itu aku merasa dihimpit,
Tak bisa bertingkah sesuai yang kumau,
Semua ada aturannya,
Semua ada batasannya,
Semua ada hukumnya,
Gak boleh ini, gak boleh itu.
Gak boleh pakai yang ini, gak boleh pakai yang itu.
Gak boleh kesana, gak boleh kesini.
Ah, semua itu membuatku terkekang.
Tapi kini aku sadar, Ayah
Sekarang anakmu ini sudah mulai mengerti.
Aku sudah paham dengan maksudmu itu.
Kini aku menyesal ayah,
Karena dulu aku pernah kesal kepadamu,
Saat kau tak bosan-bosannya menasehatiku untuk tetap mempertahankan jibab ini.
Aku sering marah padamu 😔
Aku sering mengejekmu dari belakang 😥
Bahkan aku pernah mendoakan yang tidak baik untukmu 😭
Ya Allah, betapa bodohnya aku 😥😭😢
Betapa durhakanya aku padamu, Ayah 😥😭😭
Ayah, maafkan aku yang tak bisa menjadi anak shalehah yang kau inginkan.
Maafkan aku yang sering sekali melanggar apa yang kau katakan.
Sekarang aku sadar bahwa apa yang kau katakan semua itu adalah yang terbaik untuk ku,
Untuk masa depanku,
Untuk bekal ku diakhirat nanti,
Juga untuk menolong kalian dari azab Allah.
Andai waktu itu bisa ku beli,
Akan ku putar masa kecilku dulu,
Akan kuperbaiki semua kesalahan yang pernah kulakukan.
Tapi...
Semua itu tak akan mungkin.
Aku hanya bisa merelakan masa lalu.
Yang sekarang harus kulakukan adalah bagaimana aku harus bisa menghapus dan menggantikan segala kesalahanku padamu agar menjadi berkah dikehidupanku mendatang...
Ayah,
Terima kasih atas segala ajaran-ajaranmu Ayah
Tak ku percaya kau melakukan semua itu hanya untuk kebaikan ku 😥😘😘
Smoga kau sehat selalu..
Begitu pula dengan Mama 😘😘
Aamiin... 🙏
Sabtu, 14 Mei 2016
Disenyumin aja
Dan sekarang hal yang kutakuti akhirnya terjadi. Semakin ku mendekat, semakin marak saja perkataan2 buruk itu. Lecehan2 itu. Dan sekarang bahkan lebih dari sekedar lecehan. Baiklah, mungkin saat ini aku akan menghilang. Bukan berarti aku lemah. Bukan karena aku tak ada kekuatan menghadapinya. Tapi karna semua ini cukuplah Allah yang mengatur jalan ceritanya. Dari awal sudah ku katakan, bahwa ini akan berakibat buruk. Bukan karena aku yang salah dalam berperilaku, tapi ini semua terjadi karena kesalah pahaman mereka yang selalu beragument buruk tentang apa yang mereka liat padahal sebenarnya mereka tak melihat. Mereka buta. Buta akan semua kepribadianku. Tapi itu tak membuat ku gundah gulana. Karena yang kucari bukanlah ridho atau penilaian dari makhluk ciptaan-Nya, melainkan ridho dari Allahu Rabbi.
Selasa, 10 Mei 2016
Bukti Cintaku
Sekarang aku tau alasanmu mendiamkanku
Kau selalu berfikir ku terlalu sempurna bagimu
Dan kau menganggap bahwa dirimu tak layak disampingku
Untuk kesekian kalinya kau salah mempersepsikan sesuatu
Waktu terus berputar
Tapi aku tak kan gentar
Aku akan tetap memperjuangkan
Agar cerita ini layak diabadikan
Tingkahmu, sikapmu, dan gaya bicaramu
Semuanya menunjukkan kesederhanaanmu
Tapi kau harus sadar dan tau
Bahwa kaulah yang mengisi kesederhanaanku
Dari yang kosong menjadi terisi
Dari yang sepi menjadi ramai
Dari yang ragu menjadi percaya
Dari yang sedih menjadi bahagia
Kadang aku bingung dengan perasaan
Dia yang datang tanpa pernah diminta
Dia yang pergi tanpa pernah diperintah
Dan dia yang abstrak tapi dapat dirasakan
Saat dia telah bercampur dengan trombosit darah
Yang kemudian bertarung dengan hebatnya bersama dentuman jantung
Lalu mengalir keseluruh tubuh dengan pasrah
Dan didalam hati terasa indah juga sesak, membuat diri semakin bingung
Sabar
Sabar dalam penantian tidak membuat cintaku menjadi hambar
Justru disitulah aku merasakan keindahan
Karena ku tlah menyandarkan cinta hanya pada Tuhan
Ku mencintaimu
Maka kukirimkan doa untukmu
Ku merindukanmu
Maka pilihanku adalah terus berdoa untukmu
Itulah bukti cintaku...