Selasa, 10 Mei 2016

Bukti Cintaku

Sekarang aku tau alasanmu mendiamkanku
Kau selalu berfikir ku terlalu sempurna bagimu
Dan kau menganggap bahwa dirimu tak layak disampingku
Untuk kesekian kalinya kau salah mempersepsikan sesuatu

Waktu terus berputar
Tapi aku tak kan gentar
Aku akan tetap memperjuangkan
Agar cerita ini layak diabadikan

Tingkahmu, sikapmu, dan gaya bicaramu
Semuanya menunjukkan kesederhanaanmu
Tapi kau harus sadar dan tau
Bahwa kaulah yang mengisi kesederhanaanku

Dari yang kosong menjadi terisi
Dari yang sepi menjadi ramai
Dari yang ragu menjadi percaya
Dari yang sedih menjadi bahagia

Kadang aku bingung dengan perasaan
Dia yang datang tanpa pernah diminta
Dia yang pergi tanpa pernah diperintah
Dan dia yang abstrak tapi dapat dirasakan

Saat dia telah bercampur dengan trombosit darah
Yang kemudian bertarung dengan hebatnya bersama dentuman jantung
Lalu mengalir keseluruh tubuh dengan pasrah
Dan didalam hati terasa indah juga sesak, membuat diri semakin bingung

Sabar
Sabar dalam penantian tidak membuat cintaku menjadi hambar
Justru disitulah aku merasakan keindahan
Karena ku tlah menyandarkan cinta hanya pada Tuhan

Ku mencintaimu
Maka kukirimkan doa untukmu
Ku merindukanmu
Maka pilihanku adalah terus berdoa untukmu
Itulah bukti cintaku...

Sabtu, 07 Mei 2016

Cerpen Cinta Terpendam

SESYAHDU SUJUDKU DISEPERTIGA MALAM

Awalnya ini adalah tugas dari salah satu organisasiku di kampus. Kami ditugaskan oleh mentor alias kakak senior untuk membuat antalogi dengan tema “Hidden Love” atau Cinta Terpendam. Yaaah, dari judulnya aja udah kelihatan kalo ceritanya pasti galau. Tapi jangan salah tanggap dulu, cerita ini dijamin dapat menumbuhkan semangat anda dalam mencintai seseorang, apalagi yang lagi patah hati ni, supaya jangan galau-galau terus.eh, jangan bilang siapa-siapa ya, sebenernya cerita ini adalah kisahku sendiri. Hanya nama saja yang dirubah. Dan disini, aku berharap sekali jika ceritaku ini nantinya terpilih untuk dicetak di buku cerpen antalogi kami nanti. Aamiin.. Karna katanya, tidak semua cerita yang dapat terpilih, ada penyaringan lagi. Oke, langsung aja kita simak ceritanya.. :)
Namanya Athifa Zakhira Matondang. Dia berasal dari suku Batak Mandailing. Dan sekarang, dia sedang menjalani pendidikan di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Dia adalah anak bungsu ayah dan ibunya. Seperti apa yang dikatakan orang banyak, anak bungsu biasanya anak yang paling disayang dan dimanja oleh kedua orangtua. Begitu pula yang terjadi dengan Athifa. Dia merupakan anak perempuan yang paling disayang oleh kedua orang tuanya, sedikit pun ia tidak pernah merasa kekurangan cinta dan kasih sayang dari orang tua. 
Hari ini kegiatan yang dia lakukan sama halnya dengan hari-hari biasa. Bangun pagi, mandi, bersiap untuk berangkat kuliah, dan di kampus bertemu dengan “Mr. Cuek”, cowok idolanya di kampus. Kebetulan pagi ini cuacanya sangat cerah. Semangatnya pergi kuliah pun sangat menggebu-gebu. Sebelum berangkat, Athifa sudah mempersiapkan apa-apa saja yang akan dia bawa ke kampus. Dan tak pernah lupa dia membawa buku kecil khusus buat tulisan tentang perasaannya dan kejadian-kejadian apa yang terjadi di kampus tentang sikap “si Mr. Cuek”.
Sesampainya di kampus…
“Loh, itu kan dia???? pagi-pagi gini udah nengok pangeran khayangan aja. Ya Allah.. sepagi inikah Kau akan menguji imanku…???” ucap Athifa dalam hati sambil tersenyum-senyum sendiri dan masih terus memandang lelaki idolanya berjalan di depannya.
Seperti biasa, dia hanya bisa memandang lelaki itu dari jauh. Dia tak berani mendekat, apalagi mengajak lelaki itu bicara. Akhirnya, dia hanya bisa berjalan di belakangnya sambil terus menunduk sampai-sampai ia hampir menabrak tembok di depannya. Entah sampai kapan perasaan ini terus terpendam dalam hatinya, Athifa pun tak tau.
Dalam Islam pacaran itu dilarang. Itu sebabnya, dari dulu sampai sekarang Athifa tak pernah pacaran, alias jomblo sejati. Semua lelaki yang mendekatinya, langsung dia tolak begitu saja. Begitupun setelah Athifa bertemu dengan si “Mr. Cuek”, keadaan masih sama persis. Walaupun kenyataannya Athifa memendam rasa yang sangat dalam kepada lelaki idolanya tadi, tapi dia tetap komitmen pada satu target untuk tidak pacaran.
Athifa selalu berfikir, apakah dia berdosa mencintai seorang lelaki dengan cara seperti ini. Apakah salah jika dia menyimpan rasa cinta pada seorang lelaki yang belum halal baginya. Yang dia tau hanyalah rasa cinta itu terus bertambah setiap detik, tanpa bisa ia hentikan.
Haziq. Haziq adalah nama lelaki yang Tifa kagumi. Tepatnya adalah Haziq Raqilla Efendi. Haziq seumuran dengan Tifa. Mereka berada di kampus yang sama, jurusan yang sama pula, tapi berbeda kelas. Kelasnya Haziq bersebelahan dengan kelasnya Tifa. Setiap hari Tifa selalu melewati depan pintu kelas Haziq, berharap bisa melihat Haziq walaupun hanya sepintas.
Selain dirinya dan Allah, ada satu orang yang mengetahui perasaannya terhadap Haziq. Dia adalah teman dekatnya Tifa, namanya Qaesyarah dan biasa dipanggil Sarah. Hari demi hari berlalu, tak bosan-bosannya Athifa terus memantau sikap dan prilaku Haziq. Ternyata, Haziq bukanlah tipe cowok yang recok. Dia tidak suka keramaian, itu lah kenapa dia lebih suka menyendiri. Kalau bukan orang lain yang berbica terlebih dahulu, dia tidak akan berbicara. Yah, itu lah cowok cuek yang dikagumi Athifa.
“Eh, liat deh. Dia lagi dengerin musik tuh. Gilaaak keren banget kan gayanya. Dia juga bisa main gitar lho. Tipe aku kali pokoknya”, kata salah satu teman sekelas Tifa yang ternyata juga menyukai Haziq.
Sabar ya Tifa, memang udah banyak kok yang suka sama dia. Jodoh gak bakal tertukar kok. Jadi santai aja, okey?”, ucap Sarah sambil terus mengelus-elus pundak Athifa.
Athifa lalu pergi meninggalkan Sarah dan ia menuju taman yang berada tak jauh dari tempat mereka mengobrol tadi. Lalu ia membuka tasnya dan mencari buku kecil yang semuanya tulisan tentang lelaki idolanya, Haziq. Dalam buku kecil khusus itu, Athifa menuliskan...
Tak mengapa jika banyak yang suka padamu, jika banyak yang mengagumimu, dan banyak sekali perempuan yang ingin menjadi pacarmu. Sekalipun jika akhirnya aku tau kamu akan berpacaran dengan salah satu temanku, aku tak akan menangisimu, karena aku masih memiliki cinta yang kekal sampai kapan pun, yaitu cintaku pada Allah. Ya Allah, mohon jagalah hati ini agar aku tidak berlarut-larut dalam cinta yang salah. Aku hanya ingin mencintai-Mu saat ini, maka hilangkanlah sedikit demi sedikit rasa cintaku kepada kekasih-Mu ini…
Bleeb, buku itu pun ditutupnya.
Malam itu, seperti biasa Tifa terbangun di sepertiga malam dan biasanya ia langsung menuju kamar mandi lalu berwudhu dan melakukan shalat tahajjud. Terlahir dari keluarga yang kuat agama membuat Tifa menjadi anak yang rajin beribadah, yang wajib maupun sunnah. Setiap malam, ia tak pernah absen menunaikan shalat tahajjud dan dilanjutkan dengan menghafal Al-Qur’an. Setelah shalat tahajjud dua rakaat, ia pun berdoa kepada Allah. Yang paling utama didoakannya adalah kedua orang tuanya. Lalu doa untuknya dan keluarganya. Setelah itu, barulah ia mendoakan hal-hal pribadinya. Termasuk Haziq. Ya, Haziq memang selalu hadir disetiap doa-doa sepertiga malamnya. Tifa tidak meminta agar Allah betul-betul menjodohkannya dengan Haziq. Tapi, ia memohon kepada Allah untuk selalu menjaga cintanya terhadap Haziq agar tidak melebihi cintanya kepada Sang Maha Pemberi Cinta. Dan doa ini menjadi doa yang tidak pernah ia tinggalkan.
Keesokan harinya…
Setelah lelah seharian melewati aktifitas di kampus, Tifa pun ingin segera pulang karena hari juga semakin sore. Dijalan menuju rumahnya, sambil mengendarai kereta, Tifa bernyanyi-nyanyi dan fikirannya melayang ke siapa lagi kalau bukan Haziq. Difikirannya, dia berharap bertemu sekali saja dengan Haziq saat itu juga, detik itu juga, dan menit itu juga. Tapi, ia pun sadar. Mana mungkin ia bertemu dengan Haziq di jalan ini. Pasti lah sekarang Haziq sudah berada di rumahnya, atau mungkin masih berada di sekitar kampus. Tapi… tiba-tiba saja, seperti kemukjizatan, Haziq datang dengan keretanya sambil terus melaju pelan mendekat kesamping Tifa. Sepontan, Tifa pun kaget. Karena apa yang ada difikirannya saat itu, tiba-tiba langsung menjadi kenyataan.
“hey, ngelamun aja.. Nanti nabrak baru tau rasa”, kata Haziq yang tiba-tiba muncul di hadapan Tifa.
“Haziq?? Dari mana kamu? Kok bisa disini?
“ya bisa lah. Aku kan biasanya memang lewat sini kalau pulang kampus. Kenapa? Kok bingung gitu wajahnya?”
“Eng..eng..enggak kok. Gak ada apa-apa” kata Tifa dengan terbata-bata.
“Aneh”, jawab Haziq.
“Haziq, aku duluan ya. Assalamu’alaikum..” ucap  Tifa.
“Wa’alaikumsalam”, jawab Haziq.
Lalu mereka pun berpisah disebuah persimpangan karena arah rumah mereka berbeda.
Sampai dirumah, Tifa masih terus tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini. Dia tidak menyangka jika keinginannya bertemu dengan Haziq di jalan seketika itu dikabulkan oleh Allah. Entah itu hanya kebetulan saja, atau mungkin memang rencana Allah. Yang jelas, Athifa sangat senang sekali karena bertemu dengan Haziq, walaupun hanya sebentar saja.
 Tak terasa semester satu telah berlalu. Sudah cukup kuat Athifa menyimpan perasaannya terhadap Haziq selama satu tahun lebih. Karena ternyata, tidak gampang dan tidak enak jika kita memendam rasa cinta pada seseorang. Nah, itu lah yang dirasakan Athifa. Berlanjut ke semester 2, nasibnya masih tetap sama. Athifa tetap memilih memendam rasa sukanya terhadap lelaki yang dia kagumi. Sampai detik ini, Athifa tak mengerti apakah rasa ini sudah menunjukkan rasa cinta atau malah hanya sekedar rasa kagum pada seseorang saja.
 “ Tifa, ada berita bagus lho”, kata Sarah
“Berita apa lagi sih Sarah?? Pasti gosip ya? Gak mau ah! Dosa tau gosipin orang.” Jawab Tifa acuh tak acuh.
“Bukaaan. Ini masalah Haziq. Kamu harus tau satu hal ini”
“Haziq?? Kenapa lagi dengan dia? Udah lah Sarah, aku mau lupain dia aja, sekarang aku gak mau bahas tentang dia lagi”
“Tifaaa, dengar dulu. Kemaren, aku ketemu sama Haziq. Dia bersama perempuan teman sekelasnya. Entah apa yang mereka perbincangkan, tapi mereka kelihatan serius sekali, dan disitu aku melihat kearakraban mereka kuat sekali. Terus, setelah perempuan itu pergi, aku menghampiri Haziq. Aku gak tega jika temanku tersayang ini terus sakit hati dibuatnya. Maka dari itu, aku katakan kepada Haziq kalau kamu sangat mencintainya. Dia terdiam dan gak percaya dengan apa yang kukatakan. Tapi aku gak punya waktu banyak, setelah aku katakan semuanya, aku pun pergi meninggalkannya”, ujar Sarah panjang lebar.
“Sarah.. kamu bilang semuanya ke Haziq tanpa persetujuanku terlebih dahulu?? Kan aku jadi malu nanti kalau bertemu dengan Haziq…” kata Tifa sambil merengut.   
“heeeii, denger dulu, aku kan belum selesai bicara. Setelah kejadian itu, malamnya langsung Haziq mengirim pesan padaku lewat BBM. Katanya, dia gak percaya kalau ternyata perempuan yang ia cintai selama ini juga mencintainya secara diam-diam”.
“eeiitss, tunggu dulu. Haziq bilang dia gak percaya kalau ternyata perempuan yang ia cintai selama ini juga mencintainya secara diam-diam??? Itu artinya…. Haziq juga mencintaiku??? Iya, iya kan Sarah??”, Tanya Tifa sambil mengguncang-guncangkan badan Sarah.
Setelah mendengar cerita dari temannya bahwa Haziq juga memiliki perasaan yang sama, membuat Athifa begitu kegirangan. Sampai akhirnya ia membuka lembaran buku itu lagi lalu dengan cepat ia menuliskan…
Jatuh cinta memang fitrah bagi setiap manusia. Tapi bagaimana cara untuk mengekspresikannya adalah pilihan. Ada satu keindahan yang mengatur alur ceritanya. Dan bagiku keindahan itu adalah ISLAM. Islam mengajariku bagaimana membaikkan fitrah yang dianugerahkan kepada-Nya. Meski tak terucap dan tak tersampaikan, hatiku tetap bahagia karena Islam telah menjaga.
Saat rasa belum mampu ku eja. Maka pilihanku adalah tetap berusaha, hingga aku sanggup membaca. Jika rasa telah sanggup kubaca. Maka pilihanku adalah berusaha untuk merangkai kata. Jika aku telah mampu merangkai kata. Maka rasa ‘kan ku tulis hingga makna mengisi sebuah cerita. Inilah yang kusebut penantian di dalam asa. Bahagia dan sempurna bersama doa dan usaha.
Oh Tuhan… inikah hadiah yang kau berikan untukku setelah sekian lama aku bersabar menunggunya dan memasrahkan rasa cinta ini hanya pada-Mu..?aku benar-benar tak salah pilih memutuskan bahwa Kau lah tempat berlindungku, sehingga aku dapat ikhlas menyandarkan rasa cinta ini hanya pada-Mu.
Dan sekarang, Tifa dan Haziq semakin dekat. Mereka tidak berpacaran, tetapi saling menjaga silaturahim antara keduanya. Karena ternyata mereka adalah satu komitmen, NO PACARAN! Dan sampai detik ini pun mereka saling memberi kabar, layaknya hubungan antara sahabat.

Sabtu, 05 Maret 2016

Wanita Shalehah

Wanita shalehah....
Di dunia kau adalah sebaik-baiknya perhiasan dan di akhirat kau adalah ratu para bidadari syurga.
Bibir yang selalu tersenyum dengan lembutnya
Tutur katamu lembut bagai ibu yang menasehati anaknya
Mata sayu penuh suka cita
Wajah yang selalu bercahaya bagai bulan yang menerangi malam dengan setia
Jari-jemarinya tak pernah berhenti bergerak dengan lincahnya, untuk bertasbih memuji Allah
Tak lupa pula bershalawat untuk Nabi yang dicintainya
Kerinduannya tak pernah putus kepada Allah dan Rasulullah
Tangan tak segan-segan membantu sesama dengan penuh kasih tanpa mengharap pamrih
Hati yang bersih membuat dirinya semakin menawan dan terjaga
Kakinya selalu melangkah untuk mencari ilmu agama
Jilbab panjang itu terjuntai
Pakaian menyapu lantai
Tubuh tertutup dengan rapat agar tak menimbulkan fitnah bagi yang melihat
Dia bukanlah wanita fashionable
Dia tak mudah ditemukan dengan mudah
Dia juga tak akan tertarik pada gemerlapnya dunia
Dia tak butuh emas, intan, berlian, atupun permata karena dia adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia
Bahkan dia lebih utama daripada bidadari syurga..
Dikisahkan, pernah Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah SAW, "ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?"
Rasulullah menjawab, "wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat"
Kemudian Ummu Salamah bertanya lagi, "mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?"
Dan Rasulullah pun menjawab, "karena shalat mereka, puasa mereka, dan ibadah mereka kepada Allah".
Masya Allah, begitu beruntungnya kita terlahir sebagai wanita. Allah berikan kita anugerah yang begitu sangat luar biasa. Didunia dia menjadi keberkahan bagi keluarganya, di akhirat dia menjadi kebanggaan Rasulullah..
Sungguh sangat luar biasa .

Kamis, 03 Maret 2016

Bersyukur

Manusia... Makhluk ciptaan Allah yang sangat indah, belum lagi dengan segala nikmat yang telah diberikan-Nya.
Mulut, mata, telinga, hidung, kaki, tangan, dan sebuah perasaan-perasaan yang ada di dalam diri ini...
Rasanya tak pantas jika manusia masih lalai melaksanakan kewajibannya terhadap Allah. Sudah sepantasnyalah manusia itu banyak-banyak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Tapi selama perjalanan kehidupan, lagi lagi yang namanya manusia harus tersungkur dalam kufur nikmat. Dunia telah  membutakan hati dan fikirannya, sehingga ia lupa apa yang telah diberikan Allah kepadanya.
Langit, bumi, gunung, dan segala apa yang ada didalam isi perut bumi..
Semua Allah berikan kepada manusia. Rasanya tak pantas jika manusia durhaka kepada Allah..
Jadi apa yang harus dilakukan oleh diri ini??
Selalu dan selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Maka balaslah kebaikan Allah ini dengan melaksanakan perintahnya, jangan engkau malah mendurhakai-Nya..
Ingat lah sahabatku, Allah tidak membutuhkan manusia, tapi manusia yang membutuhkan Allah.
Biarpun seluruh manusia yang Allah ciptakan, dari awal hingga akhir mereka tidak mau rukuk, tidak mau sujud, dan tidak pernah menyembah Allah, sedikitpun Allah tidak akan pernah hilang kekuasaannya..
Dan jikalaupun manusia, mereka sujud, mereka rukuk, dan menyembah Allah dengan taat, dengan ketaatan yang sangaaaatt luar biasa, itu pun tidak akan pernah menambah kekuasaan Allah, karna Allah sudah Maha Berkuasa dan Allah Maha Besar...
Dalam kehidupan ini, sering kita temui manusia yang pada saat dia mendapat kebahagiaan, dia lupa akan Allah, dia tak sadar dari mana asalnya kebahagiaan yang ia dapatkan. Sementara itu, pada saat ia mendapat musibah, mendapat kesusahan, ia menangis sepanjang malam, mengadu kepada Allah, meminta kepada Allah agar diberi kekuatan dan meminta segera disudahkan kesusahannya.
Sob, cobalah kalian renungkan! Apakah ini adil bagi Allah? Padahal Allah telah memberikan semuanya kepada kita?? Sanggupkah kita melakukan ini kepada Allah?? Disaat senang, engkau lupakan Allah. Tapi saat kesusahan, engkau senantiasa meminta pertolongan-Nya. Astaghfirullah...
Didalam surah Ar-Rahman, entah berapa kali Allah mengulang satu kalimat, yang seharusnya jadi bahan renungan bagi kita..
"Fabiayyi'aala irobbikumaa tukazzibaan"
Maka nikmat yang mana lagikah yang kamu dustakan??
Pasti kita bertanya-tanya, kenapa Allah berkali-kali bahkan berpuluh-puluh kali mengulang kalimat ini???
Karena saking banyaknya lah manusia yang lupa akan syukur.
Ya Rabbana,
Jadikan kami menjadi manusia yang senantiasa bersyukur, yang tau dan sadar, bagaimana cara bersyukur yang benar menurut Engkau ya Allah, bukan menurut hawa nafsu kami..
Jangan biarkan kami tenggelam dalam lautan kufur nikmat, tenggelam dalam lautan kedurhakaan, tenggelam dalam satu perkara yang membuat kami jauh dari Engkau..
Ya Rabbana,
Jangan lepaskan kami, kasihani kami ya Rabbana, sayangi kami ya Rabbana, ampuni kami ya Rabbana...
Terima kasih ya Allah, karna Engkau slalu memberikan kesempatan bagi kami untuk menambahkan amal, memperbaiki amal..
Jangan biarkan kami menjadi orang, menjadi makhluk yang sombong dengan amal yang telah kami punya..
Jadikan kami menjadi orang yang banyak cinta dan kasih sayang, bukan hanya kepada sesama, tapi kepada Engkau yang paling penting ya Rabbana..
Aamiin..

Selasa, 01 Maret 2016

Pasrah Diri

Wahai diriku...
Tuhanmu telah berjanji, bahwa akan ada masa yang datang menerpa kehidupan ini. Baik itu kesusahan maupun kesenangan. Perlu kita ketahui, bahwa Allah tidak membebani seseorang diluar batas kemampuannya. Tapi sering kali kita menganggap bahwa yang namanya ujian itu adalah sebuah kesusahan, dan pada akhirnya kita tidak pernah menganggap bahwa kesenangan itu adalah juga sebuah ujian. Padahal jelas, Al-Qur'an berfirman bahwa kesenangan adalah ujian, dan kesusahan adalah juga ujian.
Sahabat, disinilah perlunya cerdas akhirat, bukan hanya cerdas dunia. Ingatlah sahabatku, hakikat dari sebuah ujian itu adalah untuk meningkatkan kualitas kedudukan seseorang dihadapan Tuhannya!
Ujian bukan untuk melemahkan, tapi untuk membuat kita semakin menjadi kuat!
Pasrah!!
Kita harus pasrah kepada Allah.
Ingat ya sahabat, pasrahnya bukan berarti kita putus asa lho! Tapi pasrah disini adalah pasrah sesuai dengan syariat.
Setelah kita berusaha, kita wajib memasrahkan hasil akhirnya hanya kepada Allah.
Kita memang diberikan kekuatan untuk berikhtiar, tapi Allah punya kemauan.
Sungguh, Allah punya hak untuk melakukan apapun yang menjadi kehendak Allah.
Jadi apa sesungguhnya yang mesti disadari oleh diri ini??
Sesuatu yang kita benci belum tentu itu adalah yang buruk, dan sesuatu yang kita cintai belum tentu juga itu adalah yang baik.
Hidup didunia ini adalah sementara. Tidak akan lama kita tinggal didunia ini. Dunia hanya kehidupan sementara. Lantas kehidupan mana yang kekal bagi kita???
AKHIRAT. Ya, diakhiratlah kehidupan kita yang kekal. Sungguh rugilah bagi seseorang yang semasa hidupnya selalu bersantai-santai. Rugilah bagi dia yang hanya memikirkan dunia saja. Sia-sia waktu berpuluh-puluh tahun itu.
Manusia. Manusia terlalu mudah dirayu oleh syetan. Manusia terlalu lemah. Kenapa? Karena saking banyaknya manusia yang lalai. 
Oleh karna itu, ayo, marilah kita kuatkan iman kita agar kita dijauhkan dari godaan-godaan syetan yang terkutuk, supaya kita tidak termasuk orang-orang yang merugi.

Cinta Kepada-NYA

Sungguh sayang seribu kali sayang
Pucuk dicinta hanya jadi bayangan
Ulam tiba tak pernah dihiraukan
Kebutuhan jiwa ditepis abaikan

Lagi-lagi sayang seribu kali sayang
Hati kering kerontang
Jiwa haus kelaparan
Kehidupan gersang mengibakkan
Bagai ilalang yang kekeringan

Betapa banyak kepalsuan dalam kehidupan
Yang berteriak di sudut-sudut kegelapan
Mencemooh dengan tuduhan tak berdasar
Menyudutkan dan memojokkan tanpa sadar

Hati tau jalan mana yang diridhoi
Jiwa paham apa yang dicari
Batin janganlah dikotori
Jadilah insan yang tau diri

Ingatlah! Nafsu itu cuma sebagai alat
Harus ditunggangi supaya bermanfaat
Sekali nafsu yang jadi kemudi
Ia akan membakar seperti api

Duhai kawan!
Cinta memang awal segalanya
Tapi cinta bukanlah segalanya
Oleh karena itu
Mencintailah karna Dia semata
Rabb Azza Wajalla

Dear Jilbabku...

Dear jilbabku...
Maafkan aku yang tak bisa menjagamu dengan baik...
Maaf jika aku masih sering melakukan hal yang tak pantas dilakukan oleh seorang muslimah berjilbab panjang seperti aku ini...
Maafkan aku jika kau ternodai karena keburukuan sifatku...
Maaf jika aku masih belum bisa mengontrol bibir ini untuk tidak mengumbar-umbarkan aib orang...
Aku sadar, sungguh aku bukanlah yang terbaik di antara mereka, tapi aku ingin mencoba menjadi seseorang yang lebih baik di antara mereka...
Banyak sudah rintangan dan cobaan yang datang menerpa saat kau bersamaku...
Pasti kau bertanya-tanya, mengapa aku tetap tegar dan kuat setelah apa yang menerpa diri ini..??
Simple, hanya satu alasanku yang membuatku masih bisa berdiri, masih bisa tersenyum, dan masih setia padamu...
Yaitu kau, wahai jilbabku..
Kau adalah alasan untukku bisa menjauhkan diri dari hal apapun yang jelek menurutmu, dari hal apapun yang tidak baik dimatamu...
Kau selalu mengingatkanku akan kematian...
Kau selalu mengingatkanku akan pedihnya azab Allah...
Kau juga selalu mengingatkanku akan besarnya kasih sayang kedua orang tuaku...
Sehingga aku masih setia sampai saat ini dan sampai kapan pun..
Lucu sekali, aku tetap setia padamu tapi aku masih sering melakukan aktivitas yang dapat merendahkanmu di mata orang lain...
Tenanglah wahai jilbabku, perjalanan ini tidak akan lama lagi..
Hidup ini tidak akan selalu pahit..
Adakalanya kita merasakan manisnya kehidupan...
Semoga kau selalu setia menutup aurat ku dengan layak agar tidak menimbulkan fitnah, agar kau tidak ternodai lagi, dan agar kesusahan ini segera berakhir..
I love my jilbab :)