Sabtu, 20 Februari 2016

Sahabat

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum readers..
Tema kita hari ini adalah SAHABAT. Kalian pasti tau apa itu sahabat?? Yap, sahabat adalah teman dekat yg sudah kita anggap sebagai keluarga sendiri. Dan setiap hari kita menghabiskan waktu bersama dia "si sahabat". Apa kalian punya sahabat?? Pasti punya donk..
Sahabat adalah dia yg selalu bersamamu, yg setia dengerin ceritamu, curhatanmu, semuanya deh pokoknya...
Ada yg awet persahabatannya sampai bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun. Tapi ada juga yg tak awet. Readers, tolong camkan baik-baik, jika kamu punya sahabat, jagalah persahabatan kalian  sebaik-baik mungkin. Jangan biarkan persahabatan hancur hanya karna perebutan cowok, atau pun hal lainnya. Masih ingat kalimat jadul ini..?  "mencari seribu musuh lebih gampang daripada mencari satu sahabat". Yap, kira-kira begitulah kalimatnya. So, kalo sekarang kalian punya sahabat, jaga dan rawat lah hubungan itu. Dan katakan sekarang juga kepada sahabat kalian bahwa kamu bersyukur memiliki sahabat seperti dia. Buat sahabat-sahabatku Kartika dan Novita (sahabat dari SMA hingga sekarang), kak Rama gendut, Ana jenggot, Uci, Sepri, dan satu lagi entah gimana kabarnya, Ria (mereka ini sahabat dari SD sampai sekarang). Yah, semoga kalian semua sehat selalu dan cita-cita kalian tercapai. Aamiin.
Sejujurnya, aku bersyukur punya sehabat seperti kalian. Apa kalian tau, betapa bahagianya aku menjadi sahabatmu. Di dunia ini, jarang aku menemukan orang yang bisa mengerti perasaanku dan juga menerima keegoan sifatku. Tapi kamu, kamu berbeda dengan mereka. Kamu bisa menerima aku apa adanya. Kita sering mengalami masa2 sulit, masa-masa  dimana ada ke cekcokan diantara kita, tapi bukan berarti persahabatan kita putus begitu saja. Setiap masalah yg kuhadapi, semuanya aku curahkan padamu. Mungkin kau bosan tiap hari mendengar semua ceritaku yang tak berarti bagimu, tapi kau tak tampakkan itu diwajahmu, supaya aku tak tersinggung. Kau selalu menjaga perasaanku. Indahnya caramu ini sobat... Entah bagaimana lagi aku berterima kasih padamu. Aku sadar, aku sering buat kamu jengkel oleh sifatku yang aku sendiri tak mengerti mengapa aku seego dan sekeras ini. Dalam tulisan ini, aku khususkan buat sahabatku disana yang jauh dari pandangan mata ini. Sahabatku, thanks buat hari-hari yg udah kita lewati bersama, aku tak akan melupakan masa-masa itu. Thanks karna kau selalu melihat aku dari kebaikanku, bukan dari keburukanku. Thanks karna kau selalu mengingatkanku kala aku salah. And thanks karna darimu aku banyak mendapat pelajaran. Darimu aku tau apa artinya persahabatan, darimu aku tau bagaimana menjaga perasaan, dan darimu aku tau bagaimana menjadi muslimah sejati. Thanks for all. I'm never forget you, my friend's.

Minggu, 10 Januari 2016

Mahkota Cahaya Untuk Ayah dan Mamaku

Dia adalah wanita super hero
Sekalipun dia tak pernah mengeluh
Dia mampu melakukan segalanya
Dia selalu memberikan cinta dalam hidupku
Yaaahhh.... dialah mamaku
Wanita tercantik didunia ini
Orang yang sangaaaaatt aku sayangi
Kala aku terjatuh, dia selalu menolongku
menopang pundak ini, agar aku bangkit dari kesedihan
Kala ia bahagia, ia selalu membagi kebahagiaan itu kepada ku
Tak pernah dibiarkannya aku terluka dan bersedih
Semua kebutuhan dan keinginanku selalu ia penuhi
Ia mampu mengubah kesedihan ini menjadi kebahagiaan yang tak tertandingi
Beribu-ribu kata kasar telah aku lontarkan padanya
Tapi bukannya marah ataupun membenciku, dia malah semakin menyayangiku
Entah terbuat dari apa hatimu wahai mamaku
Kau selalu memaafkan kesalahan-kesalahanku yang hampir setiap hari ku lakukan.
Semua kau lakukan demi tercapainya cita-citaku
terik matahari, dinginnya hujan di tengah malam, banyaknya tenaga yang terkuras demi mencari rezeki
semua itu kau lakukan bersama dengan ayah
Apalagi ayah... Entah kata apalagi yang dapat melukiskan betapa kuat dan tegarnya ia..
Aku tau ayah, setiap tidurmu pasti tak pernah nyenyak
Karna kau selalu memikirkan bagaimana caranya agar cerah masa depan anakmu
kau selalu memikirkan kebahagiaan anakmu
Padahal kesehatanmu saja tak pernah kau pedulikan ayah...
Kau selalu mengajarkan kami tentang agama
Kau bercita-cita menyekolahkan kami sampai ke sarjana
apapun dan bagaimana pun caranya, semua itu kau tempuh demi anak-anakmu
Kau dan mama mempunyai cinta yang begitu tulus
Cinta kalian tak ada yang dapat mengalahkannya di dunia ini
Mengingat ocehan-ocehan ku dulu kepada kalian,
beribu-ribu kata penyesalan menghantui hidupku
Tapi apalah artinya aku menyesal sekarang,
semua telah terjadi, dan itu gak mungkin bisa ku ulang dan kuperbaiki lagi
Hanya di masa depan nantilah aku berharap semoga aku menjadi anak yang berguna bagi kalian
Dari kecil hingga sekarang hanya satu keinginanku ayah, mama..
Aku ingin mempersembahkan mahkota cahaya untuk kalian berdua di surga nanti.
Aamiin... :)

Sabtu, 02 Januari 2016

11 Adab Memuliakan Al-Qur'an

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum..

Setiap muslim harus meyakini kesucian kalam Allah, keagungannya, dan keutamaannya di atas seluruh kalam (ucapan). Al-Qur'anul Karim itu kalam Allah yang di dalamnya tidak ada kebatilan, melainkan kebenaran. Al-Qur'an memberikan petunjuk jalan yang lurus dan memberikan bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan di masukkan kedalam golongan orang-orang yang mendapatka rahmat dari Allah SWT.
Untuk itulah tiada ilmu lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur'an. Dalam sabda nabi Muhammad SAW: "Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mempelajarinya." (HR. Bukhari).
Dalam Hadist dikatakan: "Bacalah Al-Qur'an, sesungguhnya Al-Qur'an itu akan menjadi syafa'at pada hari kiamat bagi yang membacanya (ahlinya)." (HR. Muslim).
Wajib bagi kita menghalalkan apa yang dihalalkan Al-Qur'an dan mengharamkan apa yang diharamkan Al-Qur'an. Dengan begitu, kita akan menjadi muslim yang taat pada segala aturan Allah, karna telah kita ketahui bahwa Al-Qur'an ialah perkataan Allah, sesungguhnya segala sesuatu yang ada dalam Al-Qur'an itu ialah berita yang benar. Saya pernah membaca buku panduan Al-Qur'an yang berisi tentang adab-adab memuliakan Al-Qur'an. Pada saat membaca Al-Qur'an, seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membacanya. Dari buku tersebut, saya menyimpulkan bahwa ada 11 adab memuliakan Al-Qur'an, yaitu sebagai berikut:



1. Agar membacanya dalam kedaan yang sempurna, suci dari najis, dan dengan duduk yang sopan dan tenang
Membaca Al-Qur’an, dianjurkan dalam keadaan suci. Karena Al-Qur’an itu kitab suci, maka kita  membacanya dalam keadaan yang suci pula. Namun, apabila dia membaca dalam keadaan najis, diperbolehkan dengan ijma’ umat islam. Imam Haromain berkata, orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama.
2.  Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati setiap ayat yang dibaca
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang membaca Al-Quran (khatam) kurang dari 3 hari, berarti dia tidak memahami”. (HR. Ahmad). Dan sebagian kelompok dari generasi pertama membenci pengkhataman Al-Qur’an sehari semalam, dengan dasar hadist di atas. Rasulullah pernah memerintahkan  Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatamkan Al-Qur’an setiap satu minggu (tujuh hari). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam seminggu.
3.      Membaca Al-Qur’an dengan khusyu’
Memperlihatkan duka cita atau menangis karena sentuhan pengaruh ayat yang di baca bisa menyentuh jiwa dan perasaan. Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al-Qur’an dan menangislah. Apabila kamu tidak menangis maka usahakan seakan-akan menangis (karena ayat yang engkau baca)”. (HR.Al-Bazzar).
Di dalam sebuah ayat Al-Qur’an. Allah SWT menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang salih, “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu” (Al-Isra’:109)
4. Agar membaguskan suara di dalam membacanya
Sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadist lain dijelaskan: “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Maksud hadist di atas adalah membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhraj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid.
5.      Membaca Al-Qu’an di mulai dengan Isti’adzah
Allah SWT berfirman : “Dan jika kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari (godaan-godaan) syetan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98). Apabila ayat yang dibaca dimulai dari awal surah, setelah isti’adzah terus membaca basmalah, dan apabila tidak di awal surah cukup membaca isti’adzah. Khusus surah At-Taubah, walaupun di baca mulai awal surah, tidak usah membaca basmalah, cukup dengan membaca istiadzah saja. Karena isi kandungan surah At-Taubah menceritakan tentang peperangan. Sedangkan basmalah ada kandungan arti Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sehingga tak cocok dengan kisah peperangan tadi.
6.    Berusaha memahami arti dan makna Al-Quran
Membaca Al-Quran dengan berusaha mengetahui artinya dan memahami inti dari ayat yang di baca dengan beberapa kandungan ilmu yang ada di dalamnya. Firman Allah SWT, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran, ataukah hati mereka terkunci?” (Muhammad:24).
7.      Tidak mengganggu orang yang shalat
Membaca Al-Qur’an tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang pelan atau dalam hati secara khusyu’. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang terang-terangan (di tempat orang banyak) membaca Al-Qur’an sama saja dengan orang yang terang-terangan dalam shadaqah” (HR. Tirmidzi, Nasa’i, Ahmad).
Dalam hadist lain dijelaskan, “Ingatlah bahwasanya setiap hari dari kamu munajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh mengangkat suara atas yang lain di dalam membaca (Al-Qur’an)”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi, jangan sampai ibadah yang kita lakukan tersebut sia-sia karena kita tidak mengindahkan sunnah Rasulullah dalam melaksanakan ibadah membaca Al-Qur’an. Misalnya, dengan suara yang keras pada larut malam yang akhirnya mengganggu orang yang istirahat dan orang yang shalat malam.
8.      Menjaga Al-Qur’an
Adab lain ketika membaca Al-Quran ialah tidak melalaikan bacaan itu setelah mempelajarinya. Bacaan ataupun hafalan Al-Qur’an yang telah dimiliki harus di lestarikan dan dijaga sepanjang hayat sebagai bekal mati. Melalaikan bacaan Al-Quran menurut Imam Nawawi merupakan suatu dosa besar.

9.      Mendengarkannya saat dibacakan
Dengarkanlah bacaan Al-Qur’an. Jika ada yang membaca Al-Qur’an, maka dengarkanlah bacaannnya itu dengan tenang. Allah SWT berfirman: “Dan tatkala dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, semoga kamu diberi rahmat”. (QS.Al-A’raf:204).
10.Membaca Al-Qur’an dengan saling bergantian
Apabila ada yang membaca Al-Quran, boleh dilakukan membacanya itu secara bergantian, dan yang mendengarkannya harus dengan khusyu’ dan tenang. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah berkumpul suatu kaum di dalam rumah-rumah Allah, mereka membaca Al-Qur’an dan saling mempelajarinya, kecuali akan turun atas mereka ketenangan dan mereka diliputi oleh rahmat (Allah), para Malaikat menyertai mereka, dan Allah membangga-banggakan mereka di kalangan (Malaikat) yang ada di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud).
11.    Berdo’a setelah membaca Al-Qur’an
Dalam sebuah riwayat dijelaskan, para sahabat apabila setelah khatam membaca Al-Quran, mereka berkumpul untuk berdo’a dan mengucapkan, “Semoga rahmat turun atas selesainya membaca Al-Qur’an”. Dan sebuah hadist dijelaskan, “Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwasanya apabila ia telah khatam membaca Al-Quran, ia mengumpulkan keluarganya dan berdoa”. (HR. Abu Dawud).


Setiap orang islam wajib mengatur hidupnya sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan harus dipelihara kesucian dan kemuliaannya serta dipelajari ayat–ayatnya, dipahami dan dilaksanakan sebagai konsekuensi kita beriman kapada Al-Qur’an. Itulah 11 adab memuliakan Al-Qur'an yang dapat saya jelaskan kepada Anda, semoga bermanfaat... :) 


Kamis, 31 Desember 2015

Hari Ibu

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum..

Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas tugaskankan ibu dari tugas apapun yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Artinya, pekerjaan ibu semua di tanggung jawabkan kepada anggota keluarganya, seperti suami ataupun anaknya. Di hari ibu, seorang ibu diperlakukan seperti ratu. Bebas dari tugas, dan selalu dituruti kemauannya.
Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu yang telah melahirkan kita ke dunia. Menurut saya, tak mesti pada Hari Ibu saja kita mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih. Itu semua bisa kita lakukan setiap hari. Karna sudah sepatutnyalah kita membahagiakan ibu kita yang telah melahirkan kita kedunia ini. Membahagiakan orang tua itu tidak lah sulit. Mereka tak menginginkan kado yang mahal dan spesial untuk dihadiahkan padanya. Cukup dengan perbuatan dan perkataan kita yang baik kepadanya, itu sudah dapat membuatnya bahagia. Karna dengan apapun, kita tidak akan pernah bisa membalas jasa seorang ibu. Sedangkan seorang ibu itu tidak menginginkan apa-apa dari anaknya. Kebahagiaan anaknya, adalah kebahagiaan seorang ibu. Tapi sebenarnya boleh gak ya dalam pandangan islam kita memperingati hari ibu??? Menurut saya pribadi, kalau cuma untuk membuat sang ibu merasa senang dan terharu, kenapa tidak?? Lakukanlah, jikalau itu membuatnya bahagia. Tapi alangkah baiknya dan alangkah senangnya ia apabila kita membahagiakannya di setiap waktu, bukan hanya pada hari ibu saja. 
Untuk mamaku diaana...
Ma, sungguh besar jasamu. Sungguh banyak kebaikan yang telah engkau berikan padaku. Sungguh banyak kebahagiaan yang telah engkau hadiahkan kepadaku. Dan sungguh, sungguh, sungguh banyak pengorbanan yang telah kau korbankan hanya untukku. Entah bagaimana caranya aku membalas semua itu. 
Terima kasih Mamaku... 

Selamat Hari Ibu.




Orang Baik

Mengapa Orang Baik Sering Tersakiti???? 
Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit. Yang ia utamakan hanya kebahagiaan orang lain. Karena kebahagian orang lain adalah kebahagiaannya juga. Apalagi jika yang bahagia itu adalah orang yang ia sayang, pasti ia juga akan merasa bahagia. Bahkan tiap hari ia memikirkan bagaimana caranya agar orang yang ia sayang dapat selalu bahagia. Padahal, kebahagiaannya sendiri pun masih dipertanyakan. Orang yang baik itu sangat percaya bahwa dengan menghadiahkan kebahagiaan kepada orang lain, maka Allah akan membalas lebih dari kebahagiaan apapun.

Mengapa Orang Baik Kerap Tertipu???? 
Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus. Seperti dirinya. Ia tak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya. Tidak hanya terhadap orang yang ia pandang penyayang, bahkan orang yang tidak ia kenal sekalipun, ia percaya bahwa orang tersebut tidak akan berbuat jahat terhadapnya. Karena ia percaya bahwa setiap manusia pasti mempunya hati yang tulus dan bersih. Subhanallah, inilah kelebihan orang yang baik hatinya juga tingkah lakunya. Ia tak sedikit pun ada rasa suudzan terhadap orang. Bahkan, kepada orang yang jahat terhadapnya pun, ia mampu untuk tidak membalas dengan kejahatan. Namun ia balas dengan do'a-do'a indah.  

Mengapa Orang Baik Acap Dinista????? 
Karena orang baik tak pernah mau membalas. Ia hanya menerima, meski bukan dia yang memulai perkara. Ia selalu sabar. Apabila ia tak mampu lagi menahannya, maka ia berserah diri kepada Allah.

Mengapa Orang Baik Sering Meneteskan Air Mata????? 
Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu masa Allah akan mengganti kesabarannya. Namun orang baik tak pernah membenci yang melukainya. Karena orang baik selalu memandang bahwa diatas semua, Allah-lah hakikatnya. Jika Allah menggiringnya, bagaimana ia akan mendebat kehendak-Nya. Itu sebabnya orang baik tak memiliki almari dendam dalam kalbunya. Jika kau buka laci-laci dihatinya, akan kau temukan hanya cinta yang dimilikinya.
Hatinya bersih. Tak ada penyakit iri, benci, dendam, maupun khianat terhadap orang. Subhanallah....

Semoga kita dapat menjadi orang yang baik kepada siapapun. Tak kenal lelah untuk selalu berbuat baik. Yakinlah bahwa satu kebaikan yang kau berikan kepada orang lain, akan Allah balas dengan seribu kebaikan. Sesungguhnya Allah tau niat dan isi hatimu.....



Rabu, 30 Desember 2015

Semua Tentang Cinta

                                                                 
Banyak orang yang mengatakan kata "CINTA", banyak pula yang membahas tentang cinta. Nah sekarang apa sih.... hakekat cinta itu sendiri dalam islam? Cinta menurut islam tentu saja memiliki perbedaan yang cukup jelas  dibandingkan dengan perspektif atau pengertian lain yang ada di luar sana. Islam tentang cinta tentu memiliki karakter tersendiri.
Cinta menurut islam adalah kecondongan hati terhadap sesuatu. Ketika seseorang telah jatuh cinta kepada orang lain, maka ia akan berbuat apa saja yang disukai oleh orang yang ia cintai dan pantang untuk melakukan perbuatan yang ia murkai, jika tidak demikian maka akan dipertanyakan cintanya tersebut.
Cinta memang akan menjadi tema kehidupan yang tak akan pernah usang untuk dibahas. Jatuh cinta atau menyukai lawan jenis itu memang lumrah sebagai keturunan Adam dan Hawa. Apalagi pada masa-masa remaja, masa-masa puncaknya ingin selalu dekat dengan lawan jenisnya. Pada masa muda inilah biasanya seorang insan mencicipi manisnya cinta sekaligus merasakan bagaimana rasa pahitnya putus cinta.Tapi biasanya pacaran itu bisa menggagalkan jihad kita, terutama bagi seorang pelajar, bila tidak bisa mengontrolnya.
Kita harus menyadari bahwa cinta adalah sebuah hadiah, sebuah anugerah yang Allah berikan kepada kita, yang Allah titipkan melalui orang yang kita cintai. Ibaratnya, kita mendapat kiriman hadiah dari Allah yang dikirimkan melalui kurir, maka kepada siapa kita seharusnya berterima kasih untuk pertama kalinya? Jawabnya tentu Allah. Yaaa, Allah yang memberi cinta, maka berterima kasihlah kepada Allah atas pemberian agung-Nya. 
Ada yang mengatakan bahwa "Cinta itu racun nakal...!!! Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah mencintai itu salah? Siapa bilang salah? Tapi bagi seorang pelajar, cinta itu adalah racun. Karena itu racun, sebaiknya dihindari, dan har s dihindari sebelum waktunya tiba.
Tetapi, ada juga yang mengatakan, "Cinta itu adalah keindahan, kenapa dihindari??? innallaha jamil wayuhibbul jamal (sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan). Jadi, kenapa dihindari?? sementara Allah saja menyukainya."
Menurut pendapatku yang bodoh, cinta adalah cinta itu sendiri. Tak bisa diraba, tak bisa dirasa. Ia merupakan sebuah rasa yang dari dulunya sudah tertanam jauh di kedalaman jiwa. Terus, jatuh cinta itu adalah ketertarikan jiwa yang satu pada jiwa lainnya. Ia memberi, mengasihi, dan mau berkorban tanpa paksaan dan tekanan. Ikhlas, seikhlas-ikhlasnya. Ia akan bahagia bila yang dicintai bahagia. Dan ia akan sedih bila yang terkasih bermuram durja. Karna itulah sering didapati orang yang kena panah asmara berperangai aneh. Terkadang ia sudah tersenyum sendiri karena dalam pandangannya pepohonan seolah menari-nari, dedaunan melambai-lambai, dan kecupak air seolah bernyanyi. Semuanya tampak indah dan menawan hati. Yang selama ini ia tidak pernah menari, tiba-tiba saja menari dengan sangat bahagia. Yang selama ini loyo, tiba-tiba jadi tegar. Dan yang selama ini pendiam, tiba-tiba banyak ngomong.
Yaahhh, cinta itu suci, jauh dari kepalsuan. Memberi, mengasihi dan menyuguhkan hati tanpa pamrih. Itu semua mengandung kesucian, kebaikan, dan keikhlasan. Apalagi ia bersumber dari hati, tentu suci sesuci-sucinya. Karna seperti perkataan Imam Ghazali, "hati itu identik dengan sifat mahmudah (terpuji), jauh dari sifat masmumah (tercela)". Jadi kalau kita mencintai haruslah dengan kesucian, atau karena Dia Sang Pencipta. Dan jangan kotori cinta itu dengan perbuatan-perbuatan tercela.
Tapi, ada juga sebagian orang yang mengatakan "cinta itu adalah kegetiran dan duri-duri tajam". Menurut saya, pernyataan itu adalah salah. Itu bukanlah cinta, melainkan dampak dari cinta yang berbuah petaka. Seumpama orang yang sering mengalami kegagalan cinta, disakiti dan dikhianati kekasihnya. Jadi karna dia tak sabar dan ikhlas dengan semua kesakitan yang ia rasakan, maka ia pun berkata demikian. Kenapa dia berkata seperti itu?? karna dia meletakkan cinta dalam pikiran, bukan dalam hati.
Cinta itu adalah urusan hati. Ia fitrah dan sebuah kewajaran, manusia saja yang membesar-besarkan dan memburuk-burukkannya dengan permainan pikiran. Dan sekali cinta bermain dengan pikiran, maka akan timbullah bermacam-macam penilaian sesuai dengan yang ia rasakan. Kalau cintanya berjalan dengan mulus dan membahagiakannya, maka ia pun berkata bahwa cinta itu kebahagiaan. Akan tetapi, tatkala cinta itu mogok dan menyakitkannya,  maka ia pun berpendapat bahwa cinta itu adalah kesengsaraan dan duri-duri tajam yang menyakitkan. Bagaimana contohnya????????????
Contohnya, seumpama air, ia mengalir sesuai dengan fitrahnya sebagai air. Tapi kalau sudah kita bawa kedalam pikiran, itu bukan satu kewajaran lagi. Tatkala ia membesar dan sampai menghanyutkan sawah kita, maka kita pun mengatakan bahwa air itu merugikan. Tapi tatkala ia mengaliri tanah ladang yang kering hingga jadi subur, maka penilaian kita pun berubah lagi dengan mengatakan air itu menguntungkan. Jadi mana yang benar mana yang salah, itu tergantung pada pikiran pula. Otomatis pikiran telah memperalat kita, bukan kita lagi yang memperalatnya.

Yaahh, itulah seputar penjelasan mengenai cinta menurut saya. Semoga kita tak salah dalam menggunakan cinta. Dan semoga kita semua dapat merasakan betapa indahnya cinta, betapa sucinya cinta, dan betapa luar biasanya cinta itu. Selamat, selamat, dan selamat bagi yang telah mendapatkan cinta yang suci...
Hidup tak akan indah tanpa hadirnya cinta....
Semakin kita dicintai dan mencintai orang yang kita cinta, maka seharusnya kita semakin bersyukur dan semakin berterima kasih kepada Allah, kita akan semakin dekat dengan Allah, kita akan semakin mencintai Allah bukan justru semakin melupakan-Nya. Inilah kenapa seorang ulama kenamaan menulis puisi cinta yang agung tentang cinta, berikut kutipan puisinya:

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, janganlah biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan ridu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jala-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jala-Mu. (As-Syahid Sayyid Qutb)
                                                                                            
Salam Sukses Bahagia Penuh Cinta

Selasa, 29 Desember 2015

Sosok Ayah Dimataku

Pohon yang tumbuh di tepi pantai
perlahan dan pasti berkembang
Semerbak dengan semangat dan daya juang yang tinggi menuju masa depan yang cerah
Kini menjadi penyejuk, penenang, imam bagi ummat
Pembawa tuah dalam keluarga

......

Terima kasih ayah,
Karna aku mengenal perjuangan tanpa rasa lelah itu hanya darimu
Terima kasih ayah,
Karna telah memberi kasih sayang
dan semoga Allah memberimu lebih kasih sayang dan kebahagiaan dimana pun kau berada

......

Andai Allah mengabulkan
Aku ingin terus disampingmu
Aku ingin terus hidup bersamamu
dan kelak di akhirat nanti
bersamamu pula di syurga Allah

......

Ibu adalah ratu di hati anak-anaknya
Kata-katanya bagai sihir yang menyimpan kemilau keelokan
Bahasanya merupakan do'a terindah
Namun, disamping itu yang selama ini penuh dengan pujian dan kebaikan,
ada lagi sosok yang nyaris terlupakan kehadirannya
Kalau cinta merupakan pengorbanan,
maka ku bisa melihat itu dari sosok cintamu

......

Ayah, perjuanganmu yang tanpa rasa lelah
Dekapanmu yang penuh pengertian
Ketika aku dalam kedukaan,
kesetiaanmu atas aku yang tidak dapat memberimu apa-apa
Kesabaranmu menghadapi marahku, berontakku, kata-kata kasarku dan perlakuan burukku

......

Ayah, maafkan aku
Ayah, terima kasihku untuk segala pengorbananmu itu
Yang terus dan selalu bersama-sama ibu membimbing dan mengarahkan kejalan yang lebih baik
Terima kasih ayah,
air matamu adalah mata air cinta yang tak pernah kering

......

Seorang ayah tidak akan menunjukkan cintanya seperti ibu
Pelukan, ciuman, akan dihindarinya
Karna dia tak ingin terlihat cengeng di mata anaknya
Padahal hatinya sangat sedih saat harus berpisah dari anak yang selama ini selalu berusaha dijaga dan dilindunginya
Ketulusan hatinya, kegigihan perjuangannya, berapa pun keringat yang dikeluarkannya
Ayah akan bahagia jika bisa sukses menghidupi keluarga, menatap lebih baik masa depan anak-anaknya
Bercita-cita tingi, agar anak-anaknya bisa melebihinya dalam segala hal

......

Cinta ayah sepanjang hayat, sama dengan cinta ibu
Bahkan cinta ayah bisa melebihi cinta ibu,
saat dia merasa hidupnya penuh diberikan untuk anaknya yang membutuhkannya sebagai orang tua secara utuh
Seorang ayah juga butuh tuntunan anaknya di saat dia membutuhkan
saling bisa mengerti,
berbagi hati dengan orang yang kita sayangi 
Sebuah kebahagiaan yang tiada terkira,
apalagi menyangkut hidup matinya di jalan Allah......