Rabu, 27 Juli 2016

My First Love

Everyone can see
There's change in me
They all say i'm not the same
Kid I use to be

Don't go out and play
I just dream all day
They don't know what's wrong with me
And i'm too shy to say

It's my first love
What i'm dreaming on
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do

My first love
He think's that i'm too young
He doesn't enen know
Wish that I could tell him what i'm feeling
'cause i'm feeling my first love

Sabtu, 23 Juli 2016

Natural

Andai aku berdiri di dekatmu, pasti kau akan kagum denganku. Pujian pujian yang sering aku dengar dari para ikhwan untuk kekasihnya pasti akan aku temui dari bibirmu. Tapi kau tak pernah mengerti. Aku tidak sama sekali membutuhkan itu. Aku bukanlah akhwat yang suka mendengar kata kata manis dari seorang ikhwan. Kau tau kenapa? Yah, mungkin kalau saja kau tau bagaimana aku ini, seperti apa aku?? Kau takkan pernah mau mendekatiku. Karna aku hanya hamba Allah yang hanya dipandang sebelah mata oleh mereka. Tanpa kekuatan dari-Nya aku akan rapuh. Karna kasih sayang-Nya pula aku dapat menikmati hidup dengan penuh cinta. Sehingga aku dapat membaginya bersamamu. Bukan!! Bukan sekarang waktunya! Tapi nanti :)
Mulai detik ini, akan aku buka topengku. Semua yang melekat dalam diri ini yang bukan dariku akan aku lepas. Akan aku tunjukkan aku yang sebenarnya. Dari situ aku akan tahu, perbedaan cinta sesuci cinta-Nya dengan cinta sebatas nafsu.
Waw!! Kau benar benar hebat. Hampir saja aku mengalami kegagalan hati. Kau tahu?? Perasaan itu hadirnya dari hati. Sedangkan hati itu sifatnya bersih. Yah, mana ada hati yang kotor. Yang ada hanyalah tindakan buruk hingga mengakibatkan sebuah hati akan karatan (kotor). Bagus jika kau sekata denganku. Tapi apa boleh buat jikalau Dia tak meridhoi. Apapun dapat menjadi mungkin. Kuharap kita sama sama dapat menanamkan rasa ikhlas itu di dalam jiwa. Agar tidak terjadi pertempuran diantara hati.
Jangan bilang aku cengeng! Aku tak akan berlarut larut dalam kesedihan menangis untukmu. Bukankah Rasulullah pernah mengajarkan bahwa menangisi sesuatu boleh, tapi jangan berlebihan, jangan sampai mengeluarkan sesuatu yang dapat menjadi mudharat. Artinya, kau boleh menangisinya tetapi jangan kau mengeluarkan kata kata yang menimbulkan penyesalan. Ikhlaskan semuanya. Karna ketentuan-Nya lebih indah daripada yang kau rencanakan. Kebutuhanmu lebih penting dari pada keinginanmu. Be positive tingking :)
Mungkin beberapa kalimat itu cocok untukku.
Masih ingat kataku tadi?? "Mulai detik ini, aku akan buka topengku". Yah, kuharap kau tidak terlalu shock melihat semuanya. Inilah keadaannya. Inilah kenyataannya. Entah kau tetap memilih untuk slalu bersamaku atau kau malah menghilang ditelan bumi?? Itu semua pilihanmu! Maka, libatkanlah Allah dalam setiap langkahmu. Begitu pula dengan pilihan. Ajak Allah untuk membimbingmu dalam memilih. Karna pilihan-Nya akan jauh lebih baik. Bukan, tapi yang terbaik :)
Dan mulai sekarang, aku hanyalah aku yang NATURAL. Oiya, by the way, aku akan menunggu NATURAL itu hadir di dirimu. Biar imbang, NATURAL dan NATURAL. Maka semuanya akan NATURAL. Begitupun cinta. NATURAL dari-Nya. Love you so much :)

Hujan

Tik tik tik. Tik tik tik. Tik tik tik. Hujannya lama lama menjadi deras hingga aku tak mendengar lagi lagu yang sedang aku putar dari hpku melalui handset. Lagi lagi hujan. Dan seperti sudah menjadi kebiasaan. Saat hujan turun, aku akan setia mendengar dan mengamati setiap tetesannya mendarat kebumi (agak sedikit konyol sih). Bagaikan obat, hujan itu langsung membuat para putri bunga nan indah tersenyum sumringah. Oh hujan. Jangankan bunga, dan semua jenis tumbuhan, aku pun langsung terbius oleh obat mujarabmu. Kedamaian akan kudapati, kesejukan akan menghampiri tubuhku, dan kemerduan suaramu membuatku ingin tertidur. Ada kejadian lucu yang pernah kulakukan saat bersamamu. Yah, saat bersama hujan. Kau pikir apa?? Ah, udah deh, jangan mikir ke yang lain. Siapa lagi cobak yang kau pikirkan? Secara gue kan jomblo. Mana mungkin kejadian ini aku lalui bersama si doi. Ngaur.
Saat itu, lama sudah aku menanti kehadiranmu untuk membasuh kegalauan sekaligus melenyapkan kesepian ini. Hari demi hari kumenunggu tapi kau tak kunjung datang. (ini masih cerita hujan, jangan mikir yang aneh aneh). Sampai suatu sore kau datang dengan seketika. Aku kaget. Aku senang. Aku bahagia. Tapi aku kesal, kenapa baru sekarang lo muncul hujan??? Ah, tapi ya sudahlah.
Bahagia. Yah, saking bahagianya aku melompat keluar hingga sekujur tubuhku basah kuyup. Lo tau apa yang paling penting? Saat aku terjun menghampirimu, aku sedang tidak memakai jilbab. Rambutku terlihat. Mahkotaku terpampang. Wah, gatot dong nih!!  (gawat total).
Tapi begitu sadar, aku langsung masuk kedalam istana, eh rumah maksudnya :D
Langsung beristighfar dan lari ke kamar dengan basah basah. Dan untung si untung, tidak ada yang melihatku. Jadi rambutku, auratku, mahkotaku, berlianku, diamondku, (ah, semuanya lah tu) tidak terlihat oleh siapapun. Kecuali.... Yah, DIA. Dia yang Maha Melihat. Aku pun malu pada-Nya. Kenapa aku seceroboh itu. Hampir saja aku... ah yasudahlah. Intinya, itu semua karna kamu hujan. Makanya, sekali lagi, kalau mau berkunjung pakek kode dong. Jangan tiba tiba muncul gitu aja. Kayak jelangkung aja. Datang gak diundang pulang gak tau jalan :D
"Ku akan selalu merindukanmu. See you tomorrow, rain :) "

Kamis, 14 Juli 2016

Hari Ini Adalah Milikku!

Bismillahirrahmanirrahim...
Untuk hari ini aku akan menjaga lisanku, maka aku tidak akan mengucapkan kata-kata yang terlarang dan jorok, mencaci-maki, atau mengumpat.
Untuk hari ini, aku akan merapikan rumah dan kamarku, maka tidak akan ditemui lagi tata letak yang kacau dan berantakan, tetapi semuanya akan tertata rapi.
Untuk hari aku hidup, maka aku akan membersihkan tubuhku, memperindah penampilanku, memperhatikan kerapianku, dan bersikap sewajarnya dengan mengatur cara jalan, bicara, dan semua gerakanku.
Untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan bersungguh-sungguh melakukan ketaatan kepada Tuhanku, menunaikan shalatku dengan sebaik-baiknya, membekali diri dengan shalat sunnah, membiasakan baca Al-Qur'an, menalar buku-bukuku, menghafal ilmu yang berfaidah, dan menelaah buku yang bermanfaat.
Hanya untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan menanamkan kebaikan, dalam kalbuku dan mencabut darinya segala bentuk kejahatan yang tumbuh di dalamnya serta ranting-rantingnya yang berduri, seperti kesombongan, keangkuhan, riya', iri, dengki, unek-unek, dan buruk sangka.
Untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan memberikan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain dan memberikan kebajikan kepada orang lain.
Untuk hari ini aku akan hidup, maka wahai masa lalu yang telah pergi dan menghilang, enyahlah seperti matahari. Aku tidak akan menangisi kepergianmu dan engkau tidak akan melihatku duduk merenung untuk mengingatmu walaupun hanya sedetik, karena engkau telah meninggalkanku, hijrah dariku, dan pergi dariku untuk selamanya dan tanpa pernah kembali.
Wahai masa depan, engkau masih berada di alam ghaib, maka aku akan berinteraksi dengan mimpi-mimpi. Aku tidak akan menjual diriku kepada ilusi dan bayangan dan aku tidak akan menyegerakan kelahiran yang tiada. Hari esok masih belum ada, karena ia belum diciptakan dan masih belum disebut-sebut keberadaannya.
Hidupku hanyalah untuk hari ini...!!!
Hari ini adalah milikku...!!!

Rabu, 13 Juli 2016

"Djogjakarta"

Daratan yang membentang luas
Lautan yang kian memisahkan
Diriku terdampar hingga jauh yang tiada batas
Meninggalkan sanak saudara di kampung halaman

Ku pergi jauh dari sisi yang menyayangiku
Menuju kota yang tak pernah terlintas akan ku jejaki
Yang tak pernah terfikir akan ku tempati
"Djogjakarta"...
Tempatku menuai ilmu
Kesedihan menyertaiku saat ku pergi
Dari sisimu...
Kesedihan kadangkala menemaniku
Saat dikau tinggalkan diriku

Ku mencoba mencari teman
Yang mungkin dapat menemaniku
Dalam mengurangi rasa kesepian ini
Tapi.. Itu semua sungguh sulit ku dapatkan

Setiap melangkah, selangkah demi selangkah
Kian hari tlah berganti
Namun, terkadang sedih datang menerpa
Yang menggoyahkan semangatku yang tinggi

Ku coba... Dan slalu kucoba
Untuk memberanikan diri
Tapi... Ku tak tahu kemana kaki kan melangkah
Ku renungkan, fikirkan kemana ku kan berjalan

Dikatakan duka namun tak menderita
Disebut derita tapi tak tersiksa
Dibilang sepi tapi ada yang menemani
Tapi...  Semua itu tiada arti!

Orang tertawa, daku turut tertawa
Namun dihati merasa sengsara
Ku ditinggalkan tiada daya dan upaya
Makan, tidur pun ku tak kuasa

Disetiap keheningan malam
Membuat ingatan kepada kemalangan
Pergi jauh dari selubung ketentraman
Demi masa depan yang tak kunjung kejadian

Kuharungi kegembiraan di balik kesedihan
Kujalani kesedihan diawali kegelisahan
Ku ingin mengadu belas kasihan
Kepada siapa...??
Ku tak tahu arah jalan dan simpangan...!!   

(Karangan: Abangku tersayang @_@)