Minggu, 12 November 2017

Maaf

Maaf ini tertahan diujung mulutku. Ingin ku keluarkan, ingin ku bebaskan, ingin ku sampaikan padamu, tapi sampai saat ini aku masih bingung, apa arti maafku ini kalau rasanya aku tak ada berbuat salah padamu. Manusia, kalo lupa itu hal yang normal. Tapi sungguh, memoriku tak menyimpan bukti bahwa aku tlah membuatmu hingga sedingin ini terhadapku. Salah kata enggak. Salah sikap jugak enggak. Trus apa yang jadi masalahnya?

Ku tanya padamu, kau hanya menjawab dingin tak ada masalah. Ku lihat sikapmu, kau 100 % berbohong dengan jawabanmu itu. Terlihat jelas dari sikapmu itu bahwa kau punya masalah denganku. Hey, kita sudah lama berteman. Bahkan kau pernah bilang bahwa kita 'sahabat'. Hhh, ini yang disebut sahabat? Ku rasa, sahabat yang benar benar kurasakan itu cuma ada diwaktu aku bersama-Nya.

Aku slalu berdoa. Dan terus berdoa. Semoga kita baik baik saja. Dan Allah merodhoi 'persahabatan' ini hingga ke jannah-Nya. Aamiin

~2 NH~

Rabu, 08 Maret 2017

Menunggu

Meski kau rasa "lelah" dan terlupa bahwa menunggu itu sesuatu yang amat belum pasti, tapi terkadang sedikit pun kau tak rasakan lelahnya. Kenapa?

Jawabannya hanya satu:
Karena "sayang"

Perkataan sayang sebenarnya jika kau gabungkan dengan setia, maka jadilah perkataan "menunggu". Tidak salah jika kau mau menunggu berapa lama cinta itu. Tapi hakikat yang sedang kau lalui adalah penderitaan. Bukan kau saja yang menanggungnya, tapi kau akan melibatkan orang sekeliling kau.

Umpama lirik lagu oasis,
"No, i won't be afraid
Oh, i won't be afraid
Just as long as you stand
Stand by me"

Maksudnya, selagi kau dapat "stalk" dia, kau masih mampu lagi menunggu hingga hayat kau. Tapi bila kau tak dapat lagi cari dia? Adakah kau masih "disitu" menunggu penuh harapan dan setia?

Apa kau rasa hidup ini lama?

Hanya karna sebuah cinta?

Berbalaskah pengorbanan yang kau lakukan itu?

Ku harap kau paham..
Penulisanku bukan untuk "dipahami"
Tapi untuk kau "berfikir"
Karna kau punya "akal"

Sudah pasti itu !

Selasa, 28 Februari 2017

Titip rindu

Hujan, tolong sampaikan rinduku kali ini. Alirkan persis dikaca jendela kamarnya dan lewat dingin yang terasa. Ku semogakan ia ingat padaku.

Pada jalan yang pernah ditapaki bersama.
Pada erat genggaman kedua tangan.
Pada tawa yang dicipta.
Pada tangisan yang jatuh.
Pada dua hati yang luluh.
Dan pada hujan malam-malam itu.

Barangkali ia lupa pada hal-hal yang tak mungkin ku lupa.
Barangkali aku tak memiliki arti yang terlalu penting baginya sepenting dirinya dihidupku.
Aku hanya figuran.

Mungkin aku hanya sekelebat memori yang tak ingin ia putar kembali rekamannya. Mungkin terlalu sakit baginya untuk sekedar menceritakanku kembali. Mungkin ia tak ingin menyapaku.

Kaku menjadikanya kelu.
Kelu menjadikannya bisu.

Ingin ku tuk sampaikan rindu lewat bibirku sendiri. Tapi aku terlalu takut diadili bertopeng. Maka biarlah ia kusapa lebih dulu. Lewat rindu yang kutitip padamu hujan 😃

Sosa, 23 februari 2017

17:22 

Hope !

Ada hal yang kalian tak dapat rasakan.
Sakit, sungguh sakit !
Janji yang sudah terlontar, dengan mudahnya kalian tarik kembali.
Jangan ganggu aku dulu ! 
Aku masih butuh sebuah ketenangan. Memenangkan hati yang sudah terlanjur berantakan. Bukan karena kalian ! Tapi karena aku terlalu mudah percaya akan sebuah perkataan.
Terimakasih untuk harapan kemarin 😃
Sakit ini akan menjadi pengingat bahwa kenyataan hari esok masih menjadi rahasia.

Note: jangan menggantungkan harapanmu padanya !

Sudah cukup !

Sabtu, 18 Februari 2017

Kata hati (setelah 11hari dikampung)

Dalam renungku, aku tak pernah berharap banyak hal, tak pernah pinta hanya jatuh pada ingin-inginku saja, sebab bayak hal yang tak bisa aku raih hanya dengan keinginan yang cuma bisa direncanakan oleh diri sendiri. (mungkin ini adalah kata yg murni keluar dari dalam hatiku yg paling dalem 😭)

Bukan aku putus asa, bukan aku tak percaya pada keajaiban, bukan itu, tidak sama sekali!!.. 

Tapi inilah diri, ada yang harus diutamakan 😃 yaitu kebutuhan.

Semua yang serba ada, dikata kebutuhan. Kebutuhan untuk diri sendiri, kebutuhan untuk orang tua, dan kebutuhan untuk masa depan.  

Jangan bilang aku adalah orang yang tak punya mimpi!!
Jika boleh jujur, ada banyak mimpi yang aku idam-idamkan, tapi yang paling utama bagiku saat ini adalah menjadi anak shalehah bagi kedua orangtua dan bidadari surga, semoga saja Allah ridha dengan semua itu, Aamiin 😖

Untuk mimpi-mimpi lain soal dunia, saat ini sudah kutepikan, semenjak aku tau bahwa lebih baik kulihat senyum orang tuaku sampai mereka bahagia, dibanding ku ikuti ego yang hanya akan membuat mereka menjadi letih di dunia.

Untuk mimpi itu Allah akan lebih paham dan tau apa yang aku dapatkan pada dunia, asal aku makin dekat dengan-Nya 😃 dan membuat orang tuaku bangga bukan di dunia saja tapi di akhirat kelak 😊😘 Aamiin ya rabbal 'alamin 💞 

Minggu, 29 Januari 2017

Sepatah nasehat saye

Kau punya cerita tentang hati kau untuk dibagi dengan orang lain. Tapi kini hati kau pun sudah terlalu lelah untuk bisa mengungkapkan rasa yang di rasa oleh diri sendiri kepada orang lain. Sebab kau cakap macam apapun, perihal hati kau ni, dia bilang mau dengar je, tapi tak terlalu pedulikan keluh kesah kau.
Bersyukurlah kau dapat orang yang mau simpatik terhadap kau.
Bersyukurlah kau punya seseorang yang mau nak bantu kesusahan kau.
Bersyukurlah sebab orang macam tu sulit didapat.
Kadang kawan pun yang kau cakap mereka terlalu baik, kadang bisa jadi tak terlalu peduli bagaimana kabarmu, bagaimana kondisi hati kau. Saat kau sakit rasanya hati kau tu, dia entah dimana.
Macam kau bertepuk sebelah tangan, kau selalu pedulikan dia, tapi dia ke kau tak nak macam tu. Sulitlah kau kan dapat kawan, atau seseorang yang akan mau pedulikan kau, yang akan selalu ada disaat kau susah, disaat kau butuh seseorang, sebab tu kadang kau berfikir nan sendiri je, biarlah kau bagi tau semua perihal diri kau ke Allah je.
Sebab senang, sedih, Allah lah yang ada. Bersyukurlah kau punya kawan yang kini ada bersama kau tu, susah senang dia ada buat kau, ku sarankan jangan sia-siakan!
Bagi yang bertepuk sebelah tangan, bagi yang menikmati kesendirian, maka jangan terlalu kau sedihkan, sebab Allah suatu saat kan kirimkan seseorang yang buat kau merasa nyaman. Entah tu kawan, pasangan, atau siapapun bagi kau kelak. Maka kini kau nikmati saja, sebab Allah takkan biarkan kau menderita sendirian. Jika kau masih menikmati kesendirian berarti Allah nak selalu berdoa dengan kau agar makin dekat dengan-Nya.
Selalu tersenyunlah! 
:")

Rabu, 25 Januari 2017

Sekedar intropeksi diri "Rezeki"

Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat, rupanya dia menutup kekurangannya tanpa perlu berkeluh kesah..

Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan, rupanya dia pandai menutup dukanya dengan bersyukur dan ridha..

Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian, rupanya dia begitu menikmati badai hujan dalam kehidupannya..

Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna, rupanya dia berbahagia dengan apa yang dia ada..

Aku melihat hidup jiran tetanggaku sangat beruntung, ternyata dia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung..

Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui.
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmat Allah.
Bahwa di satu sudut dunia lain masih ada yang belum beruntung memiliki apa yang aku ada saat ini..
Dan satu hal yang aku ketahui, bahwa Allah tak pernah mengurangi ketetapan-Nya..

Hanya akulah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan Ilahi.
Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain.

Mungkin aku tak tau dimana rezeki ku.
Tapi rezeki ku tau dimana aku berada.

Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah telah memerintahkannya menuju kepadaku.
Allah menjamin rezeki ku, sejak aku dalam kandungan ibuku lagi.
Amatlah keliru bila bertawakal rezeki dimaknai dari hasil bekerja.
Karena bahagia adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..

Melalaikan kebenaran dan gelisah dengan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda.
Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan di tinggal mati.
Mereka lupa bahwa hakikat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya.

Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya.

Ikhtiar itu perbuatan. 
Rezeki itu kejutan.

Dan yang tidak boleh dilupakan, setiap hakikat rezeki akan ditanya kelak, 
"Dari mana dan digunakan untuk apa"
Karena rezeki hanyalah "hak pakai" bukan "hak milik".

Halalnya di hisab.
Haramnya di azab.

Maka, aku tak boleh merasa iri pada rezeki orang lain.

Alhamdulillah dengan apa yang aku ada
Terima kasih Tuhan walaupun kadangkala aku persoalkan ketentuan-Mu 😫

Allahu 😊